Kejuaraan Bulutangkis Antarmedia Akan Rutin Digelar

Kejuaraan Bulutangkis Antarmedia Akan Rutin Digelar
Ketua Umum PP PBSI Wiranto bersama Ketua PBSI DKI Jakarta Alex Tirta ( Foto: istimewa )
/ BW Minggu, 13 November 2016 | 09:08 WIB

Kejuaraan Bulutangkis Antarmedia (KBAM) akan rutin digelar. Babak penyisihan KBAM Zona Indonesia Barat (Sumatera, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten), telah selesai digaler di GOR Pasar Minggu, Jakarta, 10-11 November.

Berikutnya Zona Indonesia Tengah yang meliputi Jateng, Yogyakarta dan Kalimantan dimainkan di GOR USM, Semarang, 16-17 November. Kemudian, Zona Indonesia Timur yang meliputi wilayah Jatim, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, serta Papua dimainkan di GOR Sudirman, Surabaya, 23-24 November.

Pada tahun genap (2016) ini, format perseorangan di nomor ganda. Kelompok usia yang dipertandingkan terdiri dari tiga kelompok yaitu kelompok usia 35 tahun ke bawah, kelompok usia 35-45 tahun dan kelompok usia 45 tahun ke atas. Setiap tahun ganjil, kejuaraan akan menggelar nomor beregu.

“Turnamen ini akan rutin digelar. Antusiasme untuk tahun ini sangat besar,” ujar Daryadi, Ketua Penyelenggara Zona Indonesia Barat di Jakarta, Sabtu (12/11).

Para juara dari masing-masing zona akan mendapatkan kesempatan bertanding di babak gran final yang dimainkan di GOR Jati Kudus, 30 November-1 Desember 2016. Budi Darmawan, Program Manager Bakti Olahraga Djarum Foundation mengatakan ajang tahun ini akan menyediakan total hadiah uang tunai sebesar Rp 141 juta.

Tiga gelar yang diperebutkan di Zona Barat, dibagi secara merata. Untuk KU di bawah 35 tahun gelar juara direbut pasangan TVRI Pascal/Sofyan, untuk KU 35-45 juara direbut ganda Bulutangkis.com Ben Jufri/Ahmad dan KU di atas 45 tahun pasangan Pikiran Rakyat Dani/Tatang keluar sebagai juara.

Di KU 45 tahun ke atas pasangan Pikiran Rakyat Tatang/Dani di final menang dua game langsung dari pasangan Sumarjo/Slamet 21-10, 21-14. Pada KU 35-45 tahun, pasangan dari Berita Satu.com Arland/Agus Suhendar menempati peringkat ketiga.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE