Atlet Pengguna Doping Bisa Diskors Seumur Hidup

Menpora Imam Nahrawi (Antara/Wahyu Putro A)

Oleh: Hendro D Situmorang / YUD | Rabu, 11 Januari 2017 | 22:33 WIB

Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menegaskan sanksi atlet pengguna doping bisa saja seumur hidup. Larangan tampil dari arena olahraga dapat diterapkan jika nantinya penggunaan asupan terlarang bagi atlet tersebut terbukti sengaja menggunakan doping untuk prestasi.

"Untuk itu saya meminta skandal penggunaan doping dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016, harus diungkap kebenarannya. Saya akan pastikan kasus ini ditindaklanjuti dengan serius. Tapi harus tetap hati-hati, karena menyangkut masa depan atlet," kata Imam di Kantor Kempora, Jakarta, Rabu (11/1).

Menpora menilai penggunaan asupan terlarang para atlet tersebut, mencoreng sportivitas dan membuat jelek upaya peningkatan prestasi keolahragaan nasional. Namun pihaknya akan memberi ruang bagi atlet untuk mengajukan hak jawab hingga mengajukan banding. Hak jawab ini diperlukan agar atlet punya kesempatan untuk menjelaskan kondisi yang dialaminya pada saat PON dan Peparnas berlangsung.

“Saya akan pastikan kasus ini ditelusuri hingga tuntas dan proses berjalan dengan transparan dan seadil mungkin. Persoalan doping ini jangan dilihat sebelah mata. Apalagi jumlah atlet yang terindikasi doping lebih tinggi daripada PON Riau, empat tahun lalu yaitu 7 orang.

“Jika dugaan doping terbukti, maka ini berarti masih ada celah-celah yang bisa dimanfaatkan oleh mereka yang tak mau berkompetisi dengan bersih. Tindakan tegas penting diambil untuk melindungi atlet-atlet bersih yang berjuang keras untuk merebut prestasi. Arena olahraga harus dijalankan dengan prinsip keadilan. Marwah atlet sebagai orang yang berjuang semaksimal mungkin untuk menembus batas-batas kemampuan diri sendiri pun harus dijaga,” ungkapnya.

Untuk itu, Kempora juga akan memperkuat kelembagaan Lembaga Anti Doping (LADI). Kedepannya, LADI wajib mensosialisasikan obat-obatan yang masuk dalam kategori doping atau mengandung zat yang dilarang penggunaaannya oleh Badan Doping Internasional (WADA).

Imam menambahkan, skandal doping dalam PON Jabar ini, menjadi salah satu catatan buruk dalam gelaran olahraga di dalam negeri. Data yang dia dapat, penggunaan doping di lingkungan para atlet nasional semakin banyak.

Ia mengatakan, saat PON Riau 2012 silam, penggunaan doping terindikasi tercatat ada tujuh atlet. Jumlah tersebut, meningkat dalam PON Jabar kemarin. Meski demikian, Imam juga menilai, meningginya angka penggunaan doping di lingkaran atlet nasional lantaran minimnya sosialisasi.

Menurut dia, LADI tak bekerja maksimal mengkampanyekan larangan doping. Selain itu, banyak atlet yang sulit memastikan asupan yang dikonsumsi tergolong terlarang atau tidak. 




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT