Tontowi/Liliyana Akhiri Penantian Tujuh Tahun

Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia Liliyana Natsir (kiri) dan Tontowi Ahmad menunjukkan tropi dan medali saat upacara seremoni juara final BCA Indonesia Open 2017 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Minggu (18/6). Tontowi dan Liliyana keluar sebagai juara ganda campuran Indonesia Terbuka 2017 setelah menang 22-20 21-15 atas Zheng Siwei dan Chen Qingchen. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Oleh: / JAS | Minggu, 18 Juni 2017 | 23:13 WIB

Jakarta - Setelah tujuh tahun menanti, akhirnya Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir berhasil merebut gelar juara paling bergengsi di kandang sendiri, apa lagi kalau bukan BCA Indonesia Open Super Series Premier 2017 atau Indonesia Open 2017.

“Terbukti Istora itu yang angker buat kami. Kalau JCC ternyata tidak. Saya bersyukur dengan keterbatasan saya, saat lutut saya belum seratus persen pulih, saya masih bisa,” kata Liliyana usai pertandingan.

“Lawan hari ini tidak mudah, mereka adalah pasangan muda yang sedang on fire dan andalan Tiongkok. Kami pernah satu kali bertemu dan kalah, kami banyak mempelajari video pertandingan mereka. Puji Tuhan kami bisa menerapkan permainan yang benar, karena poin ketat tetapi kami bisa bermain fokus,” jelas Liliyana.

“Gelar ini sangat berarti untuk kami. Kami sudah pernah juara olimpiade, juara dunia, juara All England, tetapi kami belum pernah juara di negeri sendiri,” sebut Tontowi.

Tontowi/Liliyana naik podium juara setelah mengalahkan pasangan peringkat satu dunia asal Tiongkok, Zheng Siwei/Chen Qingchen, dengan dua game langsung, 22-20, 21-15.

Raihan gelar ini sekaligus mengakhiri "kutukan" gelar di Indonesia Open. Sejak pertama kali berpartisipasi di Indonesia Open tahun 2011, Tontowi/Liliyana belum pernah menaklukkan ketatnya persaingan di kejuaraan ini. Keduanya tercatat pernah masuk final pada tahun 2011, namun kala itu mereka dikalahkan Zhang Nan/Zhao Yunlei (Tiongkok).

Setahun kemudian, Tontowi/Liliyana kembali mencoba peruntungan di laga final. Namun mereka masih belum beruntung dan dihentikan oleh pasangan ganda campuran terbaik Thailand, Sudket Prapakamol/Saralee Thoungthongkam.

Sempat diragukan karena cedera lutut yang diderita Liliyana pada akhir tahun lalu, penampilan pasangan ini begitu luar biasa di laga final. Kedua pasangan selalu berkejaran angka hingga saat-saat kritis. Satu sambaran bola tanggung oleh Liliyana memastikan pasangan ini mempersembahkan gelar untuk Indonesia.




Sumber: Badminton Indonesia
ARTIKEL TERKAIT