Ini Kunci Kemenangan Tontowi/Liliyana i

Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad (kiri) dan Liliyana Natsir meluapkan kegembiraan setelah mendapatkan angka dari ganda campuran Tiongkok Zheng Siwei dan Chen Qingchen pada final BCA Indonesia Open 2017 atau Indonesia Terbuka di Jakarta Convention Center, Jakarta, Minggu, 18 Juni 2017.

Oleh: Hendro D Situmorang / JAS | Minggu, 18 Juni 2017 | 23:50 WIB

Jakarta - Pasangan Ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir tampil sebagai juara BCA Indonesia Open atau Indonesia Terbuka 2017. Kepastian tersebut didapat mereka usai mengalahkan pasangan Tiongkok Zheng Siwei/Chen Qingchen pada babak final lewat straight game 22-20, 21-15, Minggu (18/6) malam di Plenary Hall, JCC Jakarta.

Gelar Indonesia Open Super Series Premier 2017 ini menjadi untuk pertama kalinya bagi pasangan yang akrab disapa Owi/Butet tersebut. Tiga titel juara All England, titel juara dunia 2013, hingga medali emas Olimpiade 2016. Namun dalam turnamen ini di tiga tahun terakhir, Tontowi/Liliyana (Owi/Butet) selalu gagal. Liliyana sendiri pernah menjadi juara Indonesia Open 2008 saat berpasangan dengan Vita Marissa di ganda putri.

Bagi Tontowi meraih gelar juara di Indonesia Terbuka jadi sangat berarti bagi mereka berdua. "Kenapa, karena kami sudah pernah juara di banyak turnamen di luar, namun belum pernah juara di rumah sendiri,” kata Tontowi seusai pertandingan.

“Apa yang dilakukan saat di lapangan, sama seperti yang kami pikirkan kemarin. Kami mau fokus dan menerapkan strategi yang benar, all out dan akhirnya kami bisa juara,” tambah Owi.

Sementara Liliyana menambahkan bahwa laga ini tidak mudah, meski mereka peraih emas Olimpiade. Hal itu dikarenakan mereka melawan pasangan yang saat ini ada di peringkat 1 dunia. Tontowi/Liliyana juga pernah bertemu dengan Zheng/Chen pada 2014 lalu dan kalah.

“Makanya kita menganggap nol-nol lagi. Kita mempelajari video mereka dan bisa menerapkan strategi. Memang kunci kemenangan kita tiga poin awal, selebihnya kita main lebih rapi dan lebih fokus. Mereka malah bingung di gim dua dan banyak error sendiri,” ungkap Liliyana.

“Kami tak mau mengecewakan banyak orang yang mendukung kami setiap kami bermain di Indonesia. Sebelum pertandingan dimulai, kami sudah menegaskan bahwa kami akan bekerja keras,” tambah Butet.

Gelar juara Indonesia Open 2017 ini juga sekaligus mengakhiri dahaga gelar juara ganda campuran Tanah Air yang tercatat sudah tidak pernah juara selama 12 tahun. Terakhir, Indonesia meraih gelar juara di nomor ganda campuran pada 2005 silam.

Sebelumnya, empat gelar juara sukses diraih pebulu tangkis Tiongkok, India, dan Jepang. Pasangan ganda putri Tiongkok, Chen Qingchen/Jia Yifan, menyabet gelar juara Indonesia Terbuka 2017. Mereka mengalahkan pasangan Korea Selatan, Chang Ye Na/Lee So Hee, pada laga final dengan skor 21-19 15-21 21-10 di Plenary Hall, Jakarta Convention Centre (JCC), Minggu (18/6).

Di sektor ganda putra, Tiongkok juga berjaya. Pasangan Li Junhui/Liu Yuchen sukses meraih juara setelah mengalahkan ganda putra Denmark Mathias Boe/Carsten Mogensen, 21-19, 19-21, 21-18.

Di kategori tunggal putra, pebulu tangkis India, Kidambi Srikanth, menjuarai Indonesia Terbuka 2017 usai mengalahkan wakil Jepang, Kazumasa Sakai. Srikanth menang dengan skor 21-11 21-19, setelah bermain selama 37 menit.

Gelar juara tunggal putri jadi milik Sayaka Sato asal Jepang yang sukses mengalahkan wakil dari Korea Selatan, Sung Ji Hyun 21-13, 17-21, 21-14, di laga final.




Sumber:
ARTIKEL TERKAIT