SEA Games Makin Dekat, Atlet Senam Belum Miliki Tempat Pelatnas i

Persani menggelar rapat anggota.

Oleh: Hendro D Situmorang / CAH | Senin, 19 Juni 2017 | 13:27 WIB

Jakarta - Pengurus Besar Persatuan Senam Indonesia (PB Persani) meminta pemerintah segera memastikan kapan cabang olahraga senam mendapat tempat pelatihan nasional (pelatnas) mengingat pelaksanaan SEA Games 2017 Malaysia semakin dekat. Hal itu diutarakan sehari setelah Rapat Anggota Nasional (RAN) yang digelar Minggu (18/6).

Ketua Umum PB Persani Ilya Avianti mengatakan sejak terusir dari kawasan Gelora Bung Karno (GBK) untuk kepentingan renovasi dan persiapan Asian Games 2018, pihaknya tidak memiliki kantor dan tempat berlatih sehingga pembinaan atlet terhambat.

“Saat ini kami masih mencari Bapak asuh yang bisa membantu membina organisasi. Harapannya ada BUMN yang peduli. Sementara untuk pembinaan atlet, kami memakai dana talangan PB Persani dari perusahaan swasta yang peduli pada cabor senam, sehingga antara atlet, pelatih dan wasit yang saling terkait bisa terus mendapatkan pelatihan,” ungkap Ilya di Jakarta, Senin (19/6).

Menurutnya, pada semester pertama 2017 pelatihan atlet selama sebulan di Doha periode Maret-April 2017 lalu sudah membuahkan hasil karena saat mengikuti multievent ke-4, Islamic solidarity Games di Baku, Ajerbaizan atlet senam Indonesia memperoleh tiga perunggu.

Kegiatan yang berlangsung pada 12-15 Mei 2017 selain mendapat perunggu atas nama tim dan Rifda Irfana Luthfi untuk kategori Women Artistic Gymastic, atlet lainnya yaitu Audi Ashar Arif (MAG) juga meraih medali perunggu.

Ketua I PB Persani, Ita Juliati mengatakan cabor senam hampir sepuluh tahun prestasinya turun akibat vakumnya kepengurusan Persani sehingga atletnya tidak dibiayai oleh pemerintah, bahkan untuk mengikuti try out di luar negeri menghadapi SEA Games 2017 di Kuala Lumpur.

“Akhirnya PB Persani dapat meyakinkan berbagai pihak kompeten untuk mendapatkan pelatihan-pelatihan jelang SEA Games dan PB Persani menargetkan minimal satu medali emas dan optimal tiga emas,” jelasnya.

Konsolidasi Organisasi

Guna konsolidasi organisasi dan pembinaan atlet menuju SEA Games 2017 dan Asian Games 2018, Persani mengelar Rapat Anggota Nasional (RAN) 2017 yang dihadiri perwakilan dari sejumlah provinsi untuk mendengarkan masukan dari berbagai daerah yang berkaitan dengan bimbingan prestasi serta rencana Kejurnas antar club, Kejurnas PPKP di Jambi, dan POPNAS di Semarang September 2017 mendatang.

“Fokus kami di bidang pembinaan prestasi terutama laporan hasil try out atlet di luar negri. Tapi dalam RAN ini kita juga akan menuntaskan masalah penyempurnaan AD/ART serta pengesahan logo baru Persani,” kata Amir Karyatin, Ketua III PB Persani yang juga Ketua Panitia RAN.

Ilya mengatakan bahwa RAN adalah amanah yang harus dilaksanakan sehingga meski di bulan Ramadhan tetap dilaksanakan dan tetap kuorum dengan kehadiran peserta dari berbagai daerah meski tidak dari 26 provinsi.

Perwakilan daerah juga mempertanyakan mengapa kegiatan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) yang diselenggarakan Kemendiknas telah mengeluarkan cabor senam sehingga tidak dipertandingkan lagi.

Sekjen PB Persani, M.Riyanto menambahkan RAN mencatat sedikitnya tujuh butir keputusan seperti menetapkan pergantian dari nama Pengurus Besar menjadi Pengurus Pusat (PP Persani), dibentuknya Pokja diwakili Sumbar, DIY, Banten dan Pengurus Pusat untuk menyusun petunjuk teknis dan regulasi, pengesahan logo baru agar digunakan di seluruh pengurus provinsi Persani.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT