APLGI Dukung Program Wisata Golf Indonesia

Lapangan golf. (istimewa)

Oleh: Yudo Dahono / YUD | Senin, 19 Juni 2017 | 22:04 WIB

Jakarta - Asosiasi Pemilik Lapangan Golf (APLGI) mendukung upaya pemerintah untuk mempromosikan wisata golf Indonesia ke berbagai negara. Lapangan golf di Indonesia diharapkan dapat menjadi salah satu daya tarik para wisatawan yang berkunjung ke Indonesia.

"Kami sangat gembira melihat upaya pemerintah untuk terus mempromosikan lapangan-lapangan golf di Indonesia. Kami berharap program yang dijalankan oleh Kementerian Pariwisata ini semakin berkualitas sehingga jumlah wisatawan golf semakin bertambah dari tahun ke tahun," kata Sekjen APLGI Feliks Haryanto di Jakarta, Senin (19/6).

Seperti diketahui Kementerian Pariwisata pada tahun 2017 telah melakukan promosi lapangan golf Indonesia ke beberapa negara. Promosi tersebut dilakukan antara lain ke Korea Selatan dan Jepang dengan melibatkan APLGI sebagai narasumber. Program promosi tersebut merupakan lanjutan dari program serupa yang sudah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya.

Guna meningkatkan kualitas produk, pelayanan dan pengelolaan, pemerintah mewajibkan program sertifikasi kepada seluruh usaha pariwisata, termasuk di dalamnya lapangan golf. APLGI secara aktif mendorong anggotanya yang saat ini terdiri dari 62 lapangan guna melakukan sertifikasi. Pada saat ini terdapat 5 lapangan golf yang sudah lolos sertifikasi yaitu Cengkareng Golf Club (Banten), Royal Sumatera Golf (Sumatera Utara), Permata Sentul Golf (Jawa Barat), Lotus Lakes Golf Club (Jawa Barat) dan Golf Graha Famili (Jawa Timur).

Sertifikasi tersebut perlu dilakukan guna meningkatkan daya saing lapangan golf. Kempar telah mentargetkan 20 juta wisatawan mancanegara ke Indonesia sepanjang tahun 2019 yang akan datang dan lapangan golf diharapkan dapat menjadi salah satu daya tarik bagi para wisatawan tersebut.

Selain memiliki daya tarik wisata, lapangan golf dapat memberikan lapangan pekerjaan yang cukup besar bagi masyarakat. Keberadaan satu lapangan golf dapat memberikan pekerjaan bagi ratusan orang karyawan dengan berbagai latar belakang pendidikan. Inilah mengapa lapangan golf dapat menjadi pelopor pembangunan di daerah-daerah yang belum berkembang.

"Kami harap pemerintah dan masyarakat umum dapat memahami bahwa keberadaan lapangan golf sangat positif untuk lingkungan sekitar. Selain dapat membuka lapangan pekerjaan, juga menambah ruang terbuka hijau dengan luasan yang cukup signifikan," pungkas Feliks.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT