Para pendaki tim ekspedisi Seven Summits Mahitala Unpar, bersama pendaki-pemandu asal Jepang (kiri), saat berpose menjelang puncak Everest.
Proses aklimatisasi sendiri terus dilakukan hingga semua pendaki siap menuju puncak yang dikenal dengan sebutan Dahi Langit itu.

Tim Selatan Ekspedisi Tujuh Puncak Dunia (Seven Summits) yang melakukan pendakian ke Puncak Everest (8.848 mdpl) terutama Tim Utara melakukan aklimatisasi di ketinggian 5.700 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Tim yang beranggotakan Nurhuda dan Iwan Irawan itu selama proses aklimatisasi melakukan tracking di sekitar base camp menuju base camp yang berada di jalur pendakian utara yaitu di wilayah Tibet.

Berdasarkan laporan Nurhuda melalui telepon satelit (satphone) yang diterima Selasa malam (24/4), tim melakukan proses aklimatisasi selama seharian penuh dan semuanya berjalan lancar sesuai dengan program yang telah dijadwalkan.

Sementara itu tim Selatan yang beranggotakan Ardeshir Yaftebbi dan Fadrji Al Lutfi juga melakukan program yang sama hanya saja berbeda lokasi yaitu melalui Nepal.

Kedua pendaki dari Wanadri yang didampingi oleh pemandu ini terus melakukan pendakian aklimatisasi yaitu dari base camp Lobuche menuju base camp Everest yang berada di ketinggian lebih dari 5.300 mdpl.

"Perjalanan berjalan dengan lancar sampai tiba di base camp Everest," kata Ardeshir Yafebbi melalui satphone.

Perjalanan anak bangsa ke puncak tertinggi di dunia ini masih panjang. Diperlukan proses dan tahapan yang tidak mudah. Proses aklimatisasi sendiri terus dilakukan hingga semua pendaki siap menuju puncak yang dikenal dengan sebutan Dahi Langit itu.

Sesuai dengan tahapan dan jadwal yang ada, para pendaki ini akan melakukan pendakian ke puncak tertinggi dunia itu antara 16-20 Mei mendatang. Rentan waktu itu dinilai tepat sesuai dengan musim pendakian.

Jika semua pendaki ini sukses mencapai puncak tertinggi di dunia ini dan mampu menancapkan Bendera Merah Putih maka layak disebut Seven Summiters. Sebutan ini merupakan idaman bagi seorang pendaki gunung di seluruh dunia.

Sebelumnya pendaki dari Wanadri ini telah mendaki enam puncak tertinggi di enam benua yaitu Puncak Ndugu-Ndugu atau Cartenz Pyramid (4.884 mdpl) di Papua, Puncak Kilimanjaro (5.895 mdpl) di Tanzania, Puncak Elbruz (5.642 mdpl) di Rusia.

Selanjutnya melakukan pendakian Puncak Aconcagua (6.962 mdpl) di Argentina hanya saja satu pendaki yaitu Gina Afriani gagal sampai punca. Setelah itu dilanjutkan ke Puncak Denali/Mc Kinley (6.194 mdpl) di Alaska dan Puncak Vinson Massif (4.897 mdpl) di Antartika.

Penulis: