Jakarta - Cabang olahraga menembak menargetkan bisa meraih satu medali emas pada pesta olahraga negara-negara Asia Tenggara SEA Games 2017. Target tersebut diharapkan pada dua atlet mudanya yang turun di nomor 10 meter riffle putra, M. Nauval Mahardika dan Fathur Gustavia.
"Dari lima nomor yang diikuti, target tentunya ingin yang tertinggi kalau bisa emas. Namun realistisnya berdasarkan laporan pelatih dan pembinaan, kita kemungkinan paling tidak mendapat satu medali emas dari 10m riffle," kata Sekjen PB Perbakin, Agung Prabowo di Jakarta, Kamis (3/8).
Namun pihaknya juga masih memiliki harapan untuk memperoleh tambahan medali emas pada nomor lainnya jika melihat hasil latihan dan uji coba.
Perbakin sendiri mengirim enam atlet putra dalam SEA Games 2017. Selain Nauval dan Fathur dalam nomor 10m Air Rifle Individual, ada juga Supriyono (10m Air Pistol Individual), Iwan Setiawan (50m Pistol Individual), Mohammad Hasan Busri (50m Rifle Prone Individual), Dwi Firmansyah (50m Rifle 3 Positions Individual).
Perbakin sebenarnya memiliki sekitar 9-13 atlet di fasilitas Pelatnas Senayan, Jakarta, akan tetapi sesuai keputusan Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima), bahwa slot bagi cabang olahraga menembak adalah sebanyak enam atlet.
Sementara Naufal dan Fathur mengaku tidak mau terlalu memikirkan dengan diproyeksikannya mereka untuk mendulang emas di SEA Games 2017. "Kami tidak terlalu pikirkan soal itu, kami ingin bermain sebaiknya saja tanpa terbebani," kata Fathur dan Naufal.
Ketua Kontingen (Chief de Mission) Indonesia di kejuaraan multicabang SEA Games 2017, Aziz Syamsuddin optimistis pada skuat cabang olahraga menembak yang akan bertanding di Malaysia mulai 21 Agustus.
"Atlet saya lihat sudah siap dan saya optimistis akan itu. Kita doakan mereka dapat mencapai target-target yang dicanangkan oleh Satlak Prima yakni satu emas dan empat perak, kami akan support juga," tutup Aziz saat meninjau lokasi Pelatnas menembak di Jakarta.
Sumber: Suara Pembaruan
