Legenda Bulutangkis Bantu Atlet pada Asian Games

Ilustrasi bulutangkis. (Antara)

Oleh: Hendro D Situmorang / CAH | Jumat, 8 September 2017 | 13:13 WIB

Jakarta - Mantan atlet bulutangkis nasional yang kini menjadi pengelola apartemen Green Pramuka siap membantu para pebulutangkis yang akan berlaga pada Asian Games 2018, apalagi Indonesia bertindak sebagai tuan rumah.

"Sebagai mantan atlet, kami sangat ingin membantu adik-adik (atlet) bulutangkis mengembalikan dominasi Indonesia di cabang olahraga kebanggaan kita. Sebagai bentuk dukungannya kami akan komunikasikan dengan pihak PBSI maupun tim Satlak Prima," kata Komisaris PT Duta Paramindo Sejahtera, Eddy Hartono di Jakarta, Jumat (8/9).

Pebulutangkis yang pernah memperkuat tim Piala Thomas pada 1988-1994 itu resah melihat kegagalan timnas bulutangkis melakukan sapu bersih medali emas pada SEA Games 2017 yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, 19-30 Agustus.

Pada SEA Games 2017, bulutangkis hanya meraih dua medali emas dari nomor beregu putra yang didapat usai mengalahkan Malaysia partai final dengan skor 3-0. Satu medali emas lainnya, didapat tunggal putra Jonatan Christie.

Hasil ini menjadi yang terburuk dalam sejarah perbulu tangkisan Indonesia, pasalnya sejak SEA Games 1977, Tim Merah Putih selalu keluar sebagai juara umum.

"Resah saja tidak cukup, kami para mantan atlet dan telah terjun di sektor swasta siap membantu sesuai kemampuan kami. Hal ini rasanya tidak berlebihan karena Indonesia akan menjadi tuan rumah Asian Games. Wajib rasanya bulu tangkis meraih hasil maksimal," ujar Eddy yang pernah mencapai final Asian Games 1990.

Mantan atlet yang lahir pada 19 Juli 1964 ini adalah salah satu legenda yang dimiliki PB Djarum. Bersama Rudy Gunawan, duet Eddy/Rudy menjadi salah satu ganda putra yang disegani di dunia internasional. Mereka meraih gelar All England dan merengkuh medali perak pada Olimpiade 1992 di Barcelona.

Sementara Dirut PT Duta Paramindo Sejahtera, Rudy Herjanto Saputra yang menilai ajang Asian Games di Jakarta dan Palembang tidak saja harus sukses dari sisi penyelenggaraan, namun juga harus dari segi prestasi.

"Cabor bulutangkis merupakan cabang unggulan Indonesia. Tentunya kami siap mendukung timnas, apalagi ini untuk Merah Putih. Sebagai mantan atlet, kami sangat terbuka jika diberi kesempatan untuk membantu timnas," kata Rudy.

Rudy merupakan pemain di nomor ganda putra. Bersama pasangannya Kartono, duet Rudy/Kartono pernah menyabet gelar juara All England pada 1981 dan 1984.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT