PB Forki Beberkan Alasan Mundurnya 4 Karateka

PB Forki Beberkan Alasan Mundurnya 4 Karateka
Keempat karateka yakni Sisilia Ora (kata perorangan), Srunita Sari Sukatendel (kumite -50 kg), Cok Istri Agung Sanistyarani (kumite -55 kg), Ahmad Zigi Zaresta yuda (kata perorangan putra) hari Senin pagi, 12 Februari 2018 langsung diterima Menpora di kantor Kemenpora, Jakarta. ( Foto: Kempora )
Hendro D Situmorang / CAH Selasa, 13 Februari 2018 | 08:10 WIB

Jakarta - Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB Forki) membeberkan mundurnya empat karateka dari pelatnas Asian Games 2018 disebabkan keinginan mereka. Keempat karateka itu ialah Sisilia Ora (kata perorangan), Srunita Sari Sukatendel (kumite -50 kg), Cok Istri Agung Sanistyarani (kumite -55 kg), dan Ahmad Zigi Zaresta Yuda (kata perorangan putra) serta 4 pelatih menyatakan mundur dari Pelatnas.

"Mereka menyatakan tidak ingin dilatih pelatih Pelatnas yang ditunjuk Forki yakni Syamsudin. Mereka juga keberatan juga dengan sistem seleksi yang dilakukan. Jadi, kabar yang menyebut mereka kabur dari pelatnas tidak benar," kata Sekjen PB Forki, Lumban Sianipar di Kantor KONI, Senayan Jakarta, Senin (12/2).

Menyikapi hal ini, Lumban tidak permasalahkan 4 atlet dan 4 pelatih itu mundur. Justru sekarang atlet yang ada di Pelatnas adalah atlet-atlet terbaik yang diharapkan dapat menyumbang medali di Asian Games XVIII/2018 Agustus mendatang.

“Kondisi di Pelatnas Karate pada umumnya berjalan lancar. Atlet sangat bersemangat karena mereka merasa baru kali ini mereka diberikan berkompetisi secara sehat. Saya menilai tim ini yang bisa akan menyumbang yang terbaik untuk negara republik Indonesia,” jelasnya.

Lumban menegaskan, baik atlet maupun pelatih yang mundur itu adalah atas kemauan sendiri. Bahkan tim manajer karate Asian Games Prof Frans Nurseto setelah melayangkan surat pengunduran diri, tiga jam kemudian menelepon Sekjen PB Forki agar namanya dimasukkan kembali.

Tentu saja tidak mudah bagi Lumban untuk menerima. Pasalnya, laporan pengunduran dirinya sudah masuk ke Ketua Umum PB Forki Gatot Nurmantyo, dan hingga kini berlum ada respons. “Memang semudah itu keluar masuk jadi pelatih karate,” kata Lumban.

Kendati mundurnya empat atlet karate tersebut bersama empat pelatih pelatnas, Lumban sangat menyayangkan sikap keempat atlet dan pelatih tersebut. Apalagi mereka melapor kepada Menpora tanpa sepengetahuan PB Forki.

Alasan kemundurannya, pertama mereka tidak mau dilatih oleh pelatih yang ditunjuk oleh PB Forki. Kedua mereka mengaku lebih nyaman jika dilatih oleh pelatih Pelatnas yang lama, ketiga mereka keberatan jika ada seleksi kembali selama ada di pelatnas, dan keempat mereka menginginkan Pelatnas dilakukan di Belleza, tempat Pelatnas sebelumnya. Bukan di Ciloto seperti Pelatnas yang berjalan sekarang ini.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE