Selain Zohri, Atlet Wushu Kumandangkan Indonesia Raya di Brasil

Selain Zohri, Atlet Wushu Kumandangkan Indonesia Raya di Brasil
Jevon Kusmoyo berfoto bersama ketika berhasil meraih medali emas di nomor Taiji Pedang pada ajang Kejuaraan Dunia Wushu Junior di Brasilia, Brasil. ( Foto: Istimewa )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Sabtu, 14 Juli 2018 | 12:52 WIB

Brasilia, Brasil - Pekan ini menjadi sejarah penting bagi Indonesia karena lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang dan Merah Putih berkibar di ajang olahraga tingkat kejuaraan dunia. Prestasi ini dicatat oleh Lalu Muhammad Zohri yang berhasil menjadi sprinter pertama Indonesia dengan meraih medali emas pada nomor lari 100 meter di Kejuaraan Dunia Atletik U20 IAAF 2018 di Tampere, Finlandia.

Selain itu, tim Wushu Indonesia yang tengah berlaga di Kejuaraan Dunia Wushu Junior di Brasilia, Brasil juga membawa kabar baik. “Alhamdulillah, sementara ini, tim kita telah mengumpulkan satu medali emas, empat perak dan lima perunggu,” kata Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) Airlangga Hartarto yang juga saat ditemui di Jakarta, Sabtu (14/7).

Airlangga optimistis, para atlet wushu Indonesia mampu memberi penampilan terbaik dan bisa menambah perolehan medali. Pertandingan ini berlangsung selama 9-16 Juli 2018. PB WI mengirimkan sebanyak 20 atlet wushu junior, yang terdiri dari 12 atlet Taolu dan 8 atlet Sanda. “Mereka dusaring dari hasil Kejuaraan Nasional senior dan junior Piala Raja di Yogyakarta Maret lalu,” ungkapnya.

Berdasarkan catatan PB WI, 10 medali yang disabet tim Wushu Indonesia di Brasilia tersebut, yakni berkat kontribusi dari Jevon Kusmoyo yang berhasil menggigit medali emas di nomor Taiji Pedang. Selanjutnya, medali perak dikalungkan kepada Nadya Permata di nomor Changquan, Jevon Kuswoyo di nomor Taiji, Joyceline di nomor Jianshu, dan Nadya Permata di nomor Ginshu A. Untuk medali perunggu, diperoleh Thalia Marvelina di nomor Gunshu, Nelson Louis di nomor Jianshu, Patricia Geraldine di nomor Jianshu, Ahmad Gifari di nomor Tombak, dan Joyceline di nomor Nanquan B.

Menurutnya, wushu merupakan salah satu cabang olahraga yang diandalkan oleh Indonesia. Ini dibuktikan dari berbagai kejuaraan tingkat internasional, di mana tim wushu Indonesia mampu meraih medali emas. Misalnya, dalam kejuaraan wushu disiplin sanda di Moskow, Rusia pada 16-20 Februari 2018, tim Merah Putih merebut tiga medali emas, dua perak, dan satu perunggu.

Sebelumnya, pada Kejuaraan Dunia Wushu ke-14 di Kazan, Rusia yang dilaksanakan pada 28 September-3 Oktober 2017 dengan diikuti sebanyak 60 negara, Indonesia mampu mengumpulkan satu medali emas, empat perak, dan satu perunggu. Prestasi ini menempati Indonesia di peringkat ke-4 dengan menurunkan 15 atlet, yang terdiri dari 9 atlet Taoli dan 6 atlet tarung. “Bahkan, tim Wushu Indonesia juga berhasil mencapai target dengan meraih tiga medali emas pada ajang SEA Games 2017 di Malaysia,” imbuhnya.

PB Wushu Indonesia terus memacu semangat para atlet binaannya agar tetap menjadi kebanggaan bagi seluruh bangsa Indonesia. “Sebagai tuan rumah Asian Games nanti, kita juga harus sukses dalam penyelenggaraan dan prestasi. Wushu akan menjadi salah satu cabang andalan untuk mendulang emas di Asian Games 2018," kata dia.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE