Kontribusi Pengembang Lokal di Industri Gim Baru 5 Persen

Kontribusi Pengembang Lokal di Industri Gim Baru 5 Persen
Pembukaan Bekraf Game Prime 2018, di Balai Kartini, Jakarta, Sabtu, 14 Juli 2018 ( Foto: Beritasatu Photo / Herman )
Herman / JAS Sabtu, 14 Juli 2018 | 13:37 WIB

Jakarta - Pertumbuhan industri gim di Indonesia merupakan salah satu yang terbesar di kawasan Asia Tenggara. Kepala Badan Ekonomi Kreatif Indonesia, Triawan Munaf menyampaikan, pada tahun 2017, industri gim Indonesia menempati peringkat ke-16 dunia, naik satu peringkat dari tahun sebelumnya.

Newzoo memperkirakan pada tahun 2017 nilai industri gim di Indonesia mencapai USD 882 juta, naik sekitar USD 200 juta dibandingkan 2016. Dengan angka sebesar ini, pasar Indonesia adalah yang terbesar di Asia Tenggara, dan lebih besar dari India.

Sayangnya menurut Triawan Munaf, kontribusi pengembang gim lokal terhadap industri gim di Indonesia hanya lima persen, turun dari tahun sebelumnya yang mencapai 9,5 persen. Gim yang dimainkan oleh masyarakat Indonesia kebanyakan merupakan kreasi dari pengembang luar.

"Meskipun market size industri gim di Indonesia sangat besar, sayangnya kontribusi pengembang gim lokal masih sangat minim. Hal inilah yang akan terus kita dorong, sehingga ke depannya pengembang gim lokal bisa menguasai pasar dalam negeri," kata Triawan Munaf, di acara Bekraf Game Prime 2018, di Jakarta, Sabtu (14/7).

Ditambahkan Deputi Infrastuktur Bekraf, Hari Santosa Sungkari, makin merosotnya kontribusi pengembang gim lokal terhadap industri gim di Indonesia lantaran market size industri gim yang semakin naik, naik di sisi lain jumlah pengembang gim lokal tidak bertambah secara signifikan.

"Kalau jumlah game developer-nya sama, sementara market-nya terus naik, pastinya kontribusi pengembang gim lokal akan semakin turun. Saat ini jumlahnya hanya ada sekitar 171 pengembang saja," ujar Hari.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE