Dua Master Catur Duel Match di JAPFA Chess Festival

Dua Master Catur Duel Match di JAPFA Chess Festival
Ketua Umum PB Percasi Utut Adianto (tengah) memberikan keterangan pers terkait penyelenggaraan duel match dalam JAPFA Chess Festival di Jakarta, Jumat, 9 November 2018 ( Foto: Suara Pembaruan/Hendro Situmorang )
Hendro D Situmorang / CAH Jumat, 9 November 2018 | 22:04 WIB

 

Jakarta - Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi) bertekad agar cabang olahraga catur dapat dipertandingkan di SEA Games, Manila, Filipina tahun 2019. Guna memenuhi semua itu pada 13-17 November 2018 mengundang pecatur Filipina WGM (Woman Grandmaster) Janelle Mae dari Filipina melakukan duel match dalam JAPFA Chess Festival di Jakarta.

“Duel Match di Jakarta pecatur Filipina dihadapkan lawan WGM Medina Warda Aulia dengan durasi lima babak. Baik Medina maupun Janelle menjadikan laga ini meningkatkan kualitas permainannya. Janelle bukan pecatur sembarangan, kemampuannya tak bisa diremehkan. Begitu juga Medina tentu tak boleh menganggap enteng duel match ini. Diharapkan pertandingan ramai dan enak ditonton dalam membuahkan prestasi gemilang,” jelas Ketua Umum PB Percasi, GM Utut Adianto di Senayan Jakarta, Jumat (9/11).

Menrutnya dipilihnya pecatur Filipina menghadapi Medina karena prestasinya cukup andal. Bahkan saat tampil di JAPFA Open di Solo, Janelle masuk peringkat dua. Hal itu membuat pertimbangan tersendiri kenapa tidak mendatangkan pecatur Eropa seperti tahun-tahun sebelumnya.

Diakui tampilnya pecatur Filipina di Indonesia adalah untuk pendekatan agar catur dipertandingkan di SEA Games di Filipina. Untuk dipertandingkan di SEA Games tergantung kemauan dari tuan rumah meski sudah ada 4 negara yang memberikan dukungan yaitu Myanmar, Indonesia, Vietnam, dan tuan rumah Filipina.

“Upaya memenuhi persyaratan dipertandingkan di SEA Games harus ada lima negara peserta. Satu lagi negara yang dipastikan ikut adalah Timor Leste,” tegas Utut.

Tuan rumah Filipina tinggal melakukan pendekatan dengan negara Timor Leste, meski federasi caturnya sudah menyatakan siap. Namun yang bisa memberikan izin adalah wakil dari pemerintahnya yaitu NOC Timor Leste dalam meyakinkan catur bisa dipertandingkan lagi di SEA Games nantinya.

JAPFA Chess Festival ke-11 ini selain menggelar duel match juga menyajikan 11 nomor pertandingan mulai dari tingkat junior hingga senior. Utut berharap dari ajang ini akan lahir bibit-bibit pecatur baru Indonesia. Hingga saat ini sudah 18 provinsi mendaftarkan diri ambil bagian dalam JAPFA Chess Festival 2018.

”Yang unik dari JAPFA Chess Festival ini tak hanya bicara prestasi karena ada juga peserta dari kalangan komunitas yang maniak catur. Jadi kita memberikan kesempatan kepada mereka untuk menyalurkan hobinya,” tutupnya.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE