Julio Cesar Chavez Jr saat berlatih.
"Kami telah menjalani pemusatan latihan yang baik. Julio 100 persen siap untuk laga ini," tegas Roach.

Duel perebutan gelar kelas menengah WBC antara juara bertahan Julio Cesar Chavez Jr dan penantangnya Andy Lee, siap digelar akhir pekan ini di El Paso, Texas. Meskipun kontroversi soal pemilihan lokasi pertarungan ini semapt muncul, Bob Arum selalu promotor dari Top Rank, mengaku masalah sudah beres dan tinggal menunggu hari-H.

Untuk diketahui, laga itu direncanakan akan digelar di Stadion Sun Bowl, University of Texas, El Paso. Namun, rencana laga ini sempat mendapat penolakan dan pembatalan beberapa waktu lalu, terutama lewat salah seorang pejabat tinggi University of Texas, terkait kekhawatiran jaminan keamanan dan meningkatnya kekerasan di kota dekat perbatasan AS-Meksiko tersebut.

El Paso sendiri sebenarnya bukan tempat asing bagi pertarungan tinju penting dunia. Ayahnya Chavez, sang petinju terkenal Julio Cesar Chavez, malah pernah meng-KO Verdell Smith di venue kampus UTEP, pada masa-masa akhir kariernya. Oscar De La Hoya pun pernah tampil di Sun Bowl pada 1998, saat meng-KO Patrick Charpentier di ronde ketiga, di depan penonton yang mencapai hampir 46 ribu orang.

"Saya merasa lebih aman di sini di El Paso, ketimbang di banyak kota lainnya," tegas Arum, sosok yang dilahirkan dan dibesarkan di New York City, serta sempat tinggal lama di Las Vegas itu.

Kedua petinju yang akan bertarung sendiri, sementara itu, tampak penuh semangat menjelang pertandingan ini. Chavez yang memegang rekor 45-0-1 (31 KO), akan menjalani laga ketiga mempertahankan gelarnya, usai merebutnya dari Sebastian Zbik setahun yang lalu.

"Tak banyak yang perlu dikatakan. Saya akan datang guna membalas rasa cinta warga El Paso, dan saya siap melakukan apapun untuk membawa gelarku itu bersamaku," ungkap Chavez. "Inilah tinju itu sebenarnya, pertarungan yang seimbang. Orang-orang muda yang bertarung, orang-orang yang lapar," kata idola baru Meksiko itu lagi.

Dilatih oleh Freddie Roach, yang juga berada di sisi Manny Pacquiao pada laga Sabtu (9/6) lalu yang berakhir dengan kekalahan angka kontroversial, Chavez agaknya tak akan dibiarkan hanya mengandalkan kemenangan angka. "Ini akan jadi sebuah pertarungan hebat. Kami telah menjalani pemusatan latihan yang baik. Julio 100 persen siap untuk laga ini," tegas Roach.

Di sisi sebaliknya, Lee (28-1, 20 KO), juga dinilai sebagai tantangan paling berat bagi Chavez sejauh ini. Dilatih oleh Emanuel Steward, Lee kebetulan baru kali ini dapat kesempatan merebut gelar utama, usai deretan 13 kemenangan yang sudah dilaluinya. Ini sekaligus pula akan jadi semacam balas dendam baginya, pasca dikalahkan Brian Vera pada Oktober lalu.

"Ke mana pun kami pergi, kami senantiasa disapa oleh para pendukung," ungkap Lee dalam sesi jumpa pers, Rabu (13/6) waktu setempat, di El Paso. "Saya senang pertarungan akan digelar di sini, setelah semua kontroversi itu. Saya lega El Paso akan punya kesempatan untuk menunjukkan bahwa kota ini bisa menggelar event besar," tukas petinju asal Irlandia itu pula.

Penulis: