Pelari Jatim Tri Setyo Utami (kiri), Serafi Enalis dan Musyafidah (kanan), merayakan kemenangan usai menjuarai 4X100 meter estafet putri di stadion atletik, Kompleks Olahraga Rumbai, Riau, Kamis (13/9).
Di nomor 4x100m putri, kuartet Jawa Timur menjadi yang tercepat.

Tim estafet putra Nusa Tenggara Barat (NTB) berhasil mengumpulkan medali emas keenam bagi daerahnya di Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII Riau, lewat nomor 4x100 meter.

Tidak hanya itu, kuartet M. Fatoniah, Safwaturrahman, M. Fadlin dan Iswandi, juga berhasil memecahkan rekor PON 40,37 detik milik tim Jawa Timur pada PON 2000. Kuartet NTB membukukan rekor 40,17 detik, di Stadion Atletik GOR Rumbai, Pekanbaru.

"Kami baru berkumpul selama dua bulan menjelang PON. Selama ini, kami latihan terpisah. Ada yang di NTB, ada yang di Surabaya dan Bandung. Saya rasa, kunci kemenangan kami adalah kekompakan yang terjaga baik," ujar Iswandi, yang sebelumnya juga sudah mempersembahkan medali emas di nomor 100m putra.

"Saya luar biasa bersyukur sekali. Tidak hanya menang emas, tapi juga memecahkan rekor PON," ujar Fadlin, yang juga sudah mempersembahkan emas di nomor 200m putra.

Pada nomor ini, posisi medali perak disabet Jatim yang terpaut cukup jauh dengan waktu 40,76 detik, disusul oleh tim estafet Bangka-Belitung di posisi ketiga dengan 41,19 detik.

Sebelumnya, NTB meraup tiga medali emas lainnya di cabang atletik sejauh ini. Emas diraih oleh Maryati, pelari 400m gawang putri, serta Ridwan di nomor 800m dan 1.500m putra.

Sementara, di sektor estafet putri 4x100m, tim Jatim tak tergoyahkan. Serafi Anelies Unani dkk membukukan catatan waktu 46,02 detik, untuk merebut emas di nomor ini. Tim DKI Jakarta menyusul di posisi kedua dengan catatan waktu 46,28 detik, sementara Maluku di posisi ketiga dengan 46,71 detik.

Penulis: