PON Segera Berakhir, Pembangunan Venue Masih Berlangsung

PON Segera Berakhir, Pembangunan Venue Masih Berlangsung
Suasana mati lampu yang juga terjadi saat berlangsungnya pertandingan enam besar sepak bola PON XVIII di Stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai , Riau Jumat (14/9). ( Foto: Antara )
Sabtu, 15 September 2012 | 14:43 WIB
Beberapa pekerjaan minor yang masih tersisa antara lain adalah penyelesaian landscaping beberapa venue

Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII akan berakhir dalam waktu seminggu lagi.

Namun, tuan rumah Provinsi Riau masih terus melanjutkan pembangunan venue, yang masih belum rampung dalam tahap penyelesaiannya.

Kelanjutan pembangunan ini dibutuhkan, karena provinsi ini akan kembali menjadi tuan rumah event bertaraf internasional.

Tepatnya yaitu Islamic Solidarity Games III yang akan digelar Juni tahun depan.

Gubernur Riau Rusli Zainal menyatakan kesiapan Riau, untuk terus melanjutkan pembangunan venue itu, berdasarkan masukan dari delapan orang delegasi Islamic Solidarity Sports Federation (ISSF).

Masukan ini diterima saat kedelapan perwakilan ISSF, melakukan kunjungan selama dua hari ke Pekanbaru, dalam rangka memantau persiapan Riau sebagai tuan rumah ISG.

Ini merupakan kunjungan kedua kalinya.

"Dalam melanjutkan pembangunan ini, kami membutuhkan dukungan semua pihak. Kami sudah meminta dukungan sponsor untuk itu. Namun jika tidak, kami akan coba cari alternatif lain," ujar Rusli, saat jumpa pers di media center utama yang terletak di Perpustakaan Daerah Soeman HS, Pekanbaru, Sabtu (15/9).

Dikatakan Rusli, beberapa pekerjaan minor yang masih tersisa antara lain adalah penyelesaian landscaping beberapa venue.

Pekerjaan yang cukup besar yaitu mempersiapkan aquatic center.

Pasalnya, venue yang ada sekarang di GOR Rumbai masih belum memenuhi standar internasional terbaru, di mana kolam harus memiliki 10 lintasan renang.

Sementara kolam yang ada sekarang hanya punya 8 lintasan.

"Untuk itu, kami sudah meminta dukungan dari BP Migas untuk merenovasi kolam yang ada, atau membangun yang baru. Dukungan sponsor sangat membantu kami. Misalnya saja Chevron, yang membantu membangun gedung wushu senilai Rp62 miliar," tutur Rusli.

"Kalau untuk penyelenggaraan nanti, kami berharap dukungan anggaran dari pusat," katanya pula.

Delegasi ISSF sendiri memuji kinerja panitia lokal sejauh ini.

Kunjungan yang dilakukan kali ini pun dinilai sangat tepat, di mana Riau tengah menggelar PON yang melibatkan 11.000 orang baik dari pihak atlet, ofisial, maupun panitia.

"Merupakan sebuah kehormatan bagi kami bisa datang ke Riau guna melihat persiapan ajang olahraga yang akan datang (ISG). Kami berada di sini untuk berkoordinasi dengan panitia pelaksana yang berada di Riau dan Jakarta, guna menuntaskan sebagian besar hal-hal penting. Sejak tiba kemarin, kami telah mengunjungi venue-venue di mana pertandingan akan digelar," ujar Sekretaris Jenderal ISSF, Mohammad Saleh Gazdar.

"Kenyataannya, karena Pekan Olahraga Nasional sedang berlangsung dengan pertandingan masih berjalan, dan ada sekitar 11.000 atlet di sini, semua venue sedang dipergunakan. Merupakan kesempatan bagus bisa melihat persiapannya. Para pemantau melihat bahwa venue-venue rata-rata sudah bagus. Ada beberapa hal kecil yang perlu dikerjakan dan diselesaikan sesegera mungkin. Namun pada saat ajang ISG digelar, venue-venue itu akan siap," tambah Gazdar.

Gazdar sendiri lantas berjanji bahwa pihak ISSF akan membantu Indonesia, demi menyukseskan event empat tahunan itu.

Dalam event ini nanti, diperkirakan sebanyak 2.500 orang atlet dan ofisial dari 57 negara anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI), akan turut berpartisipasi dalam 17 cabang olahraga yang akan digelar.