ILustrasi: Bulutangkis
Ketiga cabang itu adalah bulu tangkis, taekwondo dan tenis meja.

Rendahnya rating televisi yang ditunjukkan oleh tiga cabang olahraga, mengancam eksistensi cabang-cabang ini di Olimpiade 2020. Sialnya lagi, ketiga cabang tersebut adalah cabang-cabang populer di Asia, masing-masing yaitu bulu tangkis, taekwondo dan tenis meja.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Rita Subowo, terkait hasil pertemuan Komisi Hubungan Internasional Dewan Olimpiade Asia, di Bali, pada awal bulan lalu.

"Ketiganya menunjukkan rating terendah. Artinya, terancam tidak bisa dipertandingkan di Olimpiade 2020 nanti," kata Rita, ketika ditemui di ruang kerjanya, di Jakarta, Rabu (19/12).

Jika ini terjadi, lanjut Rita, federasi internasional ketiga cabang ini harus kembali lagi mengikuti bidding untuk dipertandingkan di Olimpiade berikutnya. Rita memastikan langkah ini tidaklah mudah, mengingat cabang-cabang lain pun siap mengikuti bidding untuk dipertandingkan, seperti wushu, karate, bahkan roller sports.

"Untuk itu, NOC tiap negara dan federasi internasional harus giat berpromosi ke depannya," ujar Rita pula.

Di Olimpiade Rio de Janeiro (Brazil) tahun 2016 nanti, dua cabang olahraga baru justru berhasil masuk untuk dipertandingkan, yaitu golf dan rugby union. Sementara, bulu tangkis sebagai cabang olahraga yang pernah menjadi lumbung medali emas bagi Indonesia, masih tetap aman.

Untuk mengantisipasi hal ini, Rita mengimbau agar para pembina olahraga di tanah air terus memfokuskan diri mempersiapkan atletnya di cabang-cabang unggulan di Olimpiade, seperti angkat besi dan panahan.

"Kita harus duduk bersama dengan para stakeholder, untuk membahas langkah strategis menuju Rio 2016," tegas Rita.

Penulis: