Ilustrasi olahraga lari
Panitia pelaksana masih menunggu negara-negara lain untuk segera mendaftar

Kurang dari enam bulan jelang penyelenggaraan Islamic Solidarity Games III di Pekanbaru, Riau, baru 22 dari 57 negara peserta Organisasi Konferensi Islam (OKI) yang dipastikan bakal mengikuti gelaran empat tahunan itu.

Ke-22 negara yang akan berpartisipasi dalam gelaran 6-17 Juni mendatang itu adalah Maladewa, Suriah, Oman, Brunei Darusalam, Irak, Sudan, Kuwait, Bahrain, Tunisia, Iran, Gambia, Pakistan, Arab Saudi, Mesir, Yordania, Azerbaijan, Suriname, Mozambiq, Albania, Aljazair, Guinea, serta tuan rumah Indonesia.

Ketua Bidang Pertandingan ISG III, Djoko Pramono, mengatakan panitia pelaksana masih menunggu negara-negara lain untuk segera mendaftar, termasuk Turki dan Malaysia yang telah menyampaikan kesediannya untuk ikut serta secara lisan.

"Kami masih tunggu surat resmi dari Turki dan Malaysia untuk keikutsertaan mereka di ISG III," ujar Djoko, Senin (21/1).

Pendaftaran jumlah peserta (entry by number) ISG III sendiri sebetulnya sudah ditutup sejak 15 Januari lalu. Namun, kata Djoko, dengan pertimbangan masih menunggu beberapa negara lain panitia memutuskan untuk memperpanjang masa pendaftaran.  Sedangkan pendaftaran nama-nama peserta (entry by name) rencananya akan ditutup 15 April mendatang.

"Harapannya dari 57 negara anggota OKI yang kita undang masih ada lagi yang akan mendaftar," kata Djoko.

Djoko juga kembali menegaskan soal keabsahan dari event ISG yang kerap dipertanyakan banyak pihak.

"ISG adalah event yang sudah diakui oleh federasi-federasi olahraga seluruh dunia. Jadi, tidak perlu ada kekhawatiran bahwa atlet-atlet yang ikut ISG akan terkena sanksi," tegas Djoko.

ISG, lanjut Djoko, memang pesta olahraga untuk negara-negara anggota OKI. Namun atlet-atlet yang tampil nantinya tidak harus dari kalangan muslim. "Atlet-atlet yang non muslim juga diperbolehkan tampil di ISG. Bahkan, atlet-atlet Indonesia juga cukup banyak yang dari kalangan non muslim," tuturnya.

Terkait pendanaan, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) berjanji akan mengupayakan pencairan anggaran penyelenggaraan ISG bisa dilakukan secepatnya. Pasalnya, anggaran yang disiapkan oleh pihak Kemenpora tersebut belum dapat persetujuan penggunaan dari Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan.
 
"Anggaran untuk tahun 2013 ini masih dibintangin (diberi tanda bintang, red) oleh Dirjen anggaran, jadi belum bisa dicairkan," ungkap Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Kemenpora Djoko Pekik Irianto.
 
Djoko berharap pencairan bisa segera dilakukan paling lambat Februari. Anggaran sebesar Rp200 miliar yang dialokasikan Kemenpora ini kembali ditegaskan Djoko hanya diperuntukkan untuk penyelenggaraan ISG dan bukan untuk pembangunan maupun perbaikan venue. Persiapan venue sendiri menjadi kewajiban Riau sebagai tuan rumah.
 
Sementara itu, Riau kembali menggelar rapat dengan para delegasi Federasi Olahraga Solidaritas Islam (ISSF) mulai hari ini hingga Rabu (23/1) untuk memantau persiapan tuan rumah.

Penulis: /FEB