Asian Games XVIII, Peluang Menata Transportasi Umum

Opini: Djoko Setijowarno

Ahli transportasi; peneliti Laboratorium Transportasi dan pengajar Program Studi Teknik Sipil Unika Soegijapranata, Semarang.

Selasa, 15 Mei 2018 | 21:53 WIB

Perhelatan Asian Games XVIII atau Pesta Olahraga Asia ke-18 kali ini diselenggarakan di Indonesia. Ada tiga provinsi yang menjadi lokasi penyelenggaraan Asian Games, yakni Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Sumatera Selatan dan Provinsi Jawa Barat. Transportasi merupakan prasyarat lancarnya penyelenggaraan kegiatan itu.

Olimpiade XXIX tahun 2008 yang diselenggarakan di Beijing, Tiongkok, telah memberikan contoh nyata keberhasilan menata transportasi kota. Kala itu kondisi transportasi Kota Beijing banyak masalah. Meski sudah tersedia jaringan MRT yang termasuk terpanjang di dunia dan ratusan jaringan bus dengan jumlah armada yang ribuan jumlahnya, tetapi belum memberikan kenyamanan bertransportasi. Pasalnya keberadaan kendaraan pribadi yang tidak terkendali menyebabkan kemacetan di mana-mana. Polusi udara juga tinggi dampak dari asap knalpot kendaraan bermotor.

Penyelenggaraan Olimpiade XXIX membuat Pemerintah Kota Beijing memberlakukan kebijakan pelat nomor kendaraan ganjil-genap untuk menahan laju kendaraan pribadi di jalan raya. Aturan ganjil-genap yang dilakukan tidak seperti di Jakarta dan Bodetabek. Kendaraan pribadi yang diizinkan lewat adalah angka terakhir pelat nomor kendaraan yang bila dijumlah menjadi 10, baik untuk angka genap maupun ganjil. Misalnya, untuk Senin berlaku nomor pelat kendaraan ganjil 9 dan 1. Hari Selasa berlaku nomor genap, yaitu 8 dan 2. Hari Rabu berlaku nomor ganjil, yaitu 7 dan 3. Hari Kamis, berlaku nomor genap, yakni 6 dan 4. Hari Jumat berlaku nomor 5 dan 0. sedangkan Sabtu dan Minggu tidak berlaku kebijakan ganjil-genap.

Selama penyelenggaraan Olimpiade XXIX, lalu lintas terasa lebih lancar, titik-titik kemacetan berkurang, udara terasa lebih nyaman. Selain itu, tarif transportasi umum menjadi murah. Pengguna kereta cukup membayar 2 yuan (Rp 4.000) dan bus 1 yuan (Rp 2.000).

Tarif parkir melambung tinggi, sekitar 20 sampai 40 kali tarif transportasi umum. Lahan parkir dikurangi. Sepeda motor dilarang digunakan kecuali antara pukul 24.00-06.00. Sepeda listrik diizinkan beroperasi tanpa batasan waktu dan diberikan jalur terpisah dengan kendaraan bermotor.

Kebijakan tersebut terbukti menghemat energi di Kota Beijing. Semua jaringan jalan tersedia fasilitas trotoar yang nyaman dan juga jalur kendaraan tidak bermotor (sepeda dan sepeda listrik).

Seusai Olimpiade, Pemerintah Kota Beijing ingin mengakhiri kebijakan ganjil-genap. Namun, masyarakat sudah telanjur merasakan manfaatnya, sehingga meminta kebijakan itu dilanjutkan. Hingga kini kebijakan itu masih tetap berlangsung dengan dilengkapi aturan setiap tiga bulan sekali dilakukan rotasi.

Pada 2010, diadakan Shanghai Expo yang dihadiri tidak kurang 500.000 pengunjung setiap hari. Tidak tampak jalan-jalan menuju lokasi Shanghai Expo mengalami kemacetan fatal. Akses angkutan umum massal yang menjadi tulang punggung beroperasi sangat bagus. Jaringan MRT menuju lokasi dipadati pengunjung setiap hari dalam sebulan penuh. Lahan parkir kendaraan pribadi cukup luas, tetapi masyarakat lebih senang menggunakan transportasi umum bertarif 2 yuan.

Bandingkan dengan kegiatan yang diselenggarakan di Stadion Gelora Bung Karno yang hanya bisa menampung tidak lebih dari 100.000 orang. Kemacetan lalu lintas di jalan hingga radius 5-10 kilometer. Lagi-lagi, akses atau layanan transportasi umum terintegrasi menjadi hal yang utama saat ini.

Lantas, bagaimana dengan kota-kota tempat penyelenggaraan Asian Games XVIII di Indonesia. Jakarta, Tangerang, Palembang, sudah tersediakah akses layanan transportasi umum.

Di Kota Palembang dibangun LRT sepanjang 23,4 kilometer dengan 13 stasiun dan depo menuju kompleks olahraga Jakabaring. LRT yang terbangun harus terintegrasi dengan Bus Trans-Musi, sehingga memudahkan masyarakat yang ingin menyaksikan pertandingan olahraga. Selain itu, sepanjang jaringan LRT itu terdapat lebih dari 10 hotel berbintang yang menjadi tempat penginapan atlet, ofisial, maupun pengunjung dari luar Kota Palembang.

Pengoperasian LRT Sumatera Selatan selama tujuh bulan mendapat subsidi Rp 129 miliar. Bandingkan dengan subsidi bus perintis untuk 200 trayek se-Indonesia besarnya hanya Rp 124,5 miliar pada 2017. Artinya, pengoperasian LRT ini selesai perhelatan Asian Games harus benar-benar memberi manfaat bagi warga Palembang. Jika dirasa perlu, bisa dilakukan pembatasan penggunaan kendaraan pribadi, seperti kebijakan ganjil-genap dan pelarangan sepeda motor di jalur sepanjang koridor LRT.

Pemerintah DKI Jakarta membangun LRT sepanjang enam kilometer Kelapa Gading menuju velodrom Rawamangun. Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) sudah menyelenggarakan kebijakan ganjil-genap di pintu tol menuju Jakarta antara jam 06.00-09.00 dan memberi jalur khusus angkutan umum di jalan tol (high-occupancy vehicle/HOV lane). Cukup efektif pada jam tersebut mengurangi kendaraan pribadi yang melintas. Namun belum bisa mengalihkan pengguna kendaraan pribadi ke transportasi umum. Pasalnya, hampir semua kawasan perumahan dan permukiman di kawasan daerah penyangga Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Bodetabek), belum dilengkapi fasilitas transportasi umum. Kalaupun ada jumlahnya masih sangat minim sekali. Warga lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi sebelum jam 06.00 untuk lewat tol.

Secara teori, langkah strategi push and pull dapat dilakukan. Strategi push berupa pemberlakuan congested/road pricing, pembatasan kendaraan bermotor (traffic restraint), HOV lane (3-in-1), pembatasan parkir on street. Sementara strategi pull berupa optimalisasi angkutan rel, integrasi antarmoda angkutan umum (fisik, tiket, dan jadwal), restrukturisasi angkutan bus kecil yang tidak efisien, membangun MRT/BRT, penyediaan lahan park and ride, peningkatan kualitas, revitalisasi, dan perluasan jalur pedestrian, serta penertiban angkutan liar.

Pemda bisa saja menetapkan kebijakan ganjil-genap untuk kendaraan roda empat dan pelarangan sepeda motor pada ruas tertentu, terutama ruas-ruas jalan ke lokasi penyelenggaraan Asian Games XVIII. Di Jakarta, kebijakan pelat nomor kendaraan ganjil-genap yang sudah dilakukan dapat diperluas pada jaringan jalan yang lain. Pembuatan jalur kendaraan tidak bermotor bisa dimulai yang terpisah atau dibatasi secara fisik dengan jalur kendaraan bermotor. Selama penyelenggaraan Asian Games XVIII bisa diperbanyak jumlah armada angkutan umum menuju lokasi pertandingan.

Di Palembang, pemerintah daerah bisa saja melarang semua kendaraan bermotor melintasi Jembatan Ampera, kecuali angkutan umum. Kemudian, rerouting Bus Trans-Musi mendekati kawasan perumahan dan pemukiman. Integrasi dapat dilakukan dengan LRT Sumatera Selatan, baik berupa fisik, sistem pembayaran maupun penjadwalan. Pengguna transportasi umum adalah pejalan kaki, sehingga sepanjang rute LRT Sumatera Selatan di Palembang harus terbangun fasilitas pejalan kaki.

Warga sangat menantikan, apakah seusai penyelenggaraan Asian Games XVIII 2018, terjadi perubahan penataan transportasi umum di Palembang dan Jakarta, seperti halnya di Beijing setelah Olimpiade XXIX tahun 2008.

Tulisan ini disampaikan pada Global Forum Asian Games 2018, 15 Mei 2018