Abai Keselamatan Transportasi Air

Opini: Djoko Setijowarno

Ahli transportasi; peneliti Laboratorium Transportasi dan pengajar Program Studi Teknik Sipil Unika Soegijapranata, Semarang.

Rabu, 20 Juni 2018 | 12:00 WIB

Musibah beruntun sektor transportasi laut masa mudik Lebaran 2018 cukup memprihatinkan. Terkini tenggelamnya Kapal Motor Sinar Bangun di perairan Danau Toba dalam perjalanan dari Pelabuhan Simanindo, Kabupaten Samosir ke  Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun.

Kawasan Danau Toba yang telah ditetapkan menjadi 10 daerah tujuan wisata baru memberi harapan bagi pengusaha kapal motor di Danau Toba untuk berkembang. Sayangnya, hingga beberapa waktu lalu belum tampak upaya untuk mengembangkan transportasi perairan di Danau Toba menjadi lebih baik.

Angkutan sungai dan danau lebih banyak dikelola pemerintah daerah (pemda). Namun, pemda belum serius menata transportasi di daerahnya, sehingga ada pengabaian urusan keselamatan dan pelayanan. Pemda lebih urus dan peduli dengan target pendapat asli daerah (PAD) dari usaha angkutan perairan. Jarang ada pemda yang peduli pada keselamatan dan pelayanan transportasi perairan.

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemhub) telah menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 25 Tahun 2015 tentang Standar Keselamatan Transportasi Sungai, Danau, dan Penyeberangan. Permenhub tersebut mengatur sumber daya manusiaa (SDM), sarana, dan lingkungan. SDM yang dimaksud untuk pengelola pelabuhan, awak angkutan, dan pengawas alur. Sarananya pada kapal, alur sungai, dan pelabuhan, sedangkan lingkungan berupa pencegahan dan penanggulangan dari kapal dan kegiatan pelabuhan.

Jika melihat kemampuan APBD dan SDM yang ada, rasanya perlu ada intervensi pemerintah pusat melalui Kemhub. Sekarang sudah ada Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) di setiap provinsi yang dapat membantu mendata ulang keseluruhan aspek yang meliputi SDM, sarana, dan kondisi lingkungan se-Indonesia.

Setelah itu bisa dilakukan pemetaan dan penjadwalan aksi. Peningkatan kualitas SDM sangat penting untuk menambah wawasan tentang pengelolaan transportasi perairan yang lebih profesional.

Pengelolaan transportasi perairan bisa meniru transportasi udara dan perkeretaapian yang sudah lebih maju. Keselamatan bukan sekadar ucapan, tetapi harus menjadi kebutuhan. Keselamatan adalah hal utama dalam penyelenggaraan transportasi.