Amankah Mudik Pakai Mobil LCGC?

Amankah Mudik Pakai Mobil LCGC?
Pembalap nasional Indonesia Rifat Sungkar. ( Foto: dok )
Herman / YUD Jumat, 8 Juni 2018 | 17:44 WIB

Jakarta - Tradisi mudik jelang Hari Raya menggunakan kendaraan pribadi tidak hanya diramaikan oleh mobil kelas MPV (multi purpose vehicle) atau SUV (sport utility vehicle). Sebagian pemudik juga ada yang menggunakan mobil LCGC (low cost green car) untuk menuju kampung halaman.

Menurut pembalap dan juga pendiri Rifat Drive Labs (RDL), Rifat Sungkar, mobil LCGC pada dasarnya adalah kendaraan yang didesain untuk di perkotaan. Karena itu, bila ingin menggunakan mobil LCGC untuk pulang kampung atau keluar kota, perlu diketahui faktor resiko apa yang akan dihadapi.

“Perlu diingat bahwa pada dasarnya mobil LCGC ini minim fitur keselamatan. Travel suspensi mobil jenis ini juga pendek, sehinggga membuat penumpang di dalamnya merasa tidak nyaman. Ukuran bannya pun kecil, padahal kondisi jalan di luar kota banyak yang berlubang, bahkan ukurannya bisa lebih besar daripada ban mobil LCGC. Jadi bisa dibilang faktor resiko menggunakan mobil LCGC untuk pulang kampung sangat tinggi,” kata Rifat dalam keterangan resmi, Jumat (8/6).

Tidak hanya mobil LCGC, Rifat menambahkan bahaya di perjalanan sebenarnya bisa terjadi kepada siapa saja, di mana saja, dan kapan saja. Rifat berpesan apapun jenis kendaraan yang digunakan, lakukanlah manajemen waktu dengan baik.

“Saya imbau agar Anda tidak terburu-buru, tidak tergesa-gesa saat melakukan mudik. Ada tiga hal yang perlu Anda perhatikan dan persiapkan dengan baik, yaitu preparation, reaction, dan anticipation,” ungkap Rifat.

Hal sederhana yang dapat dilakukan seperti melakukan istirahat 15 menit setelah berkendara selama 3 jam untuk sekadar mengisi ulang tenaga dan menarik napas. “Kita bukan robot dan itu adalah body hour kita. Jangan pernah memaksa dan ngotot karena istirahat itu alamiah. Lebih baik sabar sedikit daripada membahayakan diri sendiri atau orang-orang di sekitar," pesan Rifat.



Sumber: BeritaSatu.com