Mudik Gunakan Sepeda Motor? Hindari Waktu Rawan Ini

Mudik Gunakan Sepeda Motor? Hindari Waktu Rawan Ini
Ilustrasi pengendara sepeda motor ( Foto: Istimewa )
Herman / YUD Jumat, 8 Juni 2018 | 18:00 WIB

Jakarta - Dalam beberapa tahun terakhir, tingkat kecelakaan sepeda motor selama arus mudik Lebaran selalu tinggi. Dari data yang disampaikan Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemkes), Achmad Yulianto, dalam lima tahun terakhir persentase kecelakaan sepeda motor mencapai 60%.

Menurut Yulianto, kecelakaan sepeda motor saat mudik kebanyakan terjadi pada pukul 09.00 - 12.00. Biasanya yang terjadi adalah kecelakaan tunggal akibat terlalu lelah dan tidak memperhatikan kondisi jalan yang dilalui.

"Untuk kecelakaan sepeda motor, paling banyak memang terjadi pukul 09.00 - 12.00. Tipikalnya itu mereka mulai jalan setelah shalat subut dan tidak berhenti-berhenti. Ditambah lagi malamnya kurang istirahat karena harus menyiapan barang bawaan. Padahal untuk mudik dengan sepeda motor dianjurkan beristirahat tiap dua jam sekali," kata Achmad Yulianto, di gedung Kementerian Kesehatan, di Jakarta, Jumat (8/6).

Yulianto menambahkan, kecelakaan sepeda motor kebanyakan memang terjadi di jalan yang lebar dan sedikit lengang. Dalam kondisi tersebut, pengendara sepeda motor biasanya akan melajukan kendaraannya dengan lebih cepat, sementara kondisi jalan tidak seluruhnya rata dan biasanya ada 'gelombang' di beberapa titik yang menyebabkan kecelakan.

Selain di waktu tersebut, Yulianto menyampaikan kecelakaan sepeda motor juga banyak terjadi antara pukul 17.00 - 18.00. Ini dikarenakan kondisi jalan sudah mulai ramai dengan warga sekitar yang tengah ngabuburit.

"Kalau sore hari, kecelakaannya itu biasanya melibatkan penduduk lokal. Ada yang nyebrang jalan seenaknya, padahal di waktu tersebut banyak sepeda motor yang melaju kencang," tutur Yulianto.

Untuk harinya, kecelakaan paling banyak terjadi di H-1 dan H+1. Di waktu H-1, kebanyakan pemudik terburu-buru karena mengejar waktu agar bisa salat Idul Fitri bersama di kampung halaman, sementara di H+1 akibat kondisi jalan yang ramai lantaran penduduk lokal banyak yang keluar rumah untuk bersilaturahmi.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE