Cara Aman Lewati Jalan Tanjakan di Jalur Mudik

Cara Aman Lewati Jalan Tanjakan di Jalur Mudik
Pereli nasional sekaligus Direktur Rifat Drive Labs (RDL), Rifat Sungkar. ( Foto: Istimewa )
Herman / FER Senin, 11 Juni 2018 | 15:41 WIB

Jakarta - Jalur mudik yang harus dilalui ketika menuju kampung halaman sering kali tidak terprediksi. Beberapa ruas jalan tol baru yang digunakan oleh para pemudik juga memiliki kontur tanjakan yang cukup curam. Hal ini mengakibatkan kemacetan lalu lintas dikarenakan banyak kendaraan yang mengalami mesin mati.

Pereli nasional sekaligus Direktur Rifat Drive Labs (RDL), Rifat Sungkat mengungkapkan, kejadian seperti ini bisa terjadi akibat kurangnya pemahaman teknik mengemudi ketika melewati tanjakan, ditambah lagi dengan kapasitas barang bawaan yang melebihi standar keamanan mobil tersebut.

"Kejadian ini cukup sering terjadi pada arus mudik. Sebagai pemudik, kita harus paham bagaimana cara mengantisipasi jalan tanjakan dengan kapasitas barang bawaan yang berat, apalagi menggunakan mobil bertransmisi manual," kata Rifat Sungkar dalam keterangan resmi, Senin (11/6).

Menurut Rifat, untuk mobil manual, hal utama dan terpenting adalah penempatan gigi yang tepat. Hanya ada satu pilihan mutlak saat melewati tanjakan, yaitu tuas transmisi ditempatkan pada gigi satu.

"Orang banyak berbuat kesalahan yang membuat mobil jadi mundur di tanjakan karena mereka menganggap bisa dan mudah untuk beradu cepat ketika melepaskan pedal rem, mengangkat kopling, dan injak gas. Tidak ada sinkronisasi yang baik ketika melakukan hal-hal tersebut," kata Rifat.

Teknik seperti ini banyak resikonya, karena semakin berat kendaraan akan semakin sulit menentukan titik angkut RPM yang tepat untuk membuat kendaraan bisa melaju. Di satu sisi, untuk bisa mendapatkan irama yang tepat saat melewati tanjakan, dibutuhkan jam terbang yang tinggi. Namun masalahnya, orang tidak banyak berlatih untuk hal yang satu ini.

Satu hal penting yang perlu dibudidayakan atau dimaksimalkan oleh para pengemudi menurutnya adalah dengan memanfaatkan peranti standar atau alat bantu yang membuat pekerjaan untuk melewati tanjakan menjadi jauh lebih mudah. Peranti tersebut adalah rem tangan.

"Di tanjakan, tidak usah malu atau gengsi untuk menarik rem tangan. Manfaatkan rem tangan tersebut semaksimal mungkin karena fungsi rem tangan sejatinya adalah untuk mempermudah Anda dalam berkendara. Ketika mobil terpaksa berhenti di tanjakan, tarik rem tangan pada saat itu juga," tambah Rifat.

Satu masalah terpecahkan ketika Anda sudah menarik rem tangan dan meletakkan tuas persneling pada gigi netral. Langkah berikut yang perlu dilakukan adalah ketika mobil sudah siap melaju.

"Langkahnya adalah sebagai berikut, rem tangan biarkan memainkan perannya. Injak pedal kopling, masukkan gigi satu, dan injak gas. Angkat kopling sedikit untuk membuat mobil ini terasa menghentak. Dengan menambah daya injak pedal gas, rasakan terlebih dahulu tenaga mobil yang semakin besar dan semakin menghentak sembari mengangkat pedal kopling secara perlahan. Dalam keadaan seperti ini, rem tangan siap dilepas dan mobil akan melaju," jelasnya.

Yang merupakan kesalahan mutlak saat di tanjakan menurut Rifat adalah tidak mengikutsertakan rem tangan sebagai bantuan. Beradu nasib dengan cara langsung angkat kopling, angkat pedal rem dan langsung menginjak injak gas sekencang-kencangnya akan membuat mesin mobil malah mati dan bisa membahayakan pengendara di belakang Anda.

Sebenarnya, banyak mobil keluaran baru yang sudah semakin canggih karena punya satu fitur bernama hill start assist. Fitur ini berfungsi untuk mempertahankan posisi mobil pada satu titik berhenti dan menghindari mobil mundur pada saat di tanjakan.

"Pada akhirnya, apapun kendaraannya, secanggih apapun teknologinya, sebagai pengendara kita harus mempunyai feeling dan irama yang kuat, supaya proses berkendara terasa aman dan pada saat mudik berlangsung tidak ada perasaan panik saat melalui tanjakan," pungkas Rifat.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE