Toyota Etios

Jakarta - PT Toyota Astra Motor (TAM) akan meluncurkan sedan buntung (hatchback), Toyota Etios Valco, pada 11 Maret 2013.

Peluncuran hatchback itu bertujuan menyasar keluarga muda dengan jumlah anak sedikit.

"Pasar Toyota Etios adalah keluarga muda dengan 1-2 anak, yang pengeluarannya mencapai sekitar Rp 10 juta per bulan," kata Direktur Pemasaran TAM Joko Trisanyoto, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Toyota Etios cocok untuk keluarga muda berusia 30-40 tahun di perkotaan karena kendaraan ini cukup stylist dan metropolis. Pasar segmen mobil kecil diperkirakan 11 persen dari total penjualan mobil di Indonesia. Untuk memperkuat pasar, Toyota memasarkan Etios yang diproduksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) di Karawang, Jawa Barat.

Di segmen itu, Toyota telah memasarkan Yaris yang mengusung mesin 1.500 cc dan telah memperkenalkan Toyota Agya dengan mesin 1.000 cc pada September tahun lalu. Hingga kini, Toyota Agya belum dipasarkan karena menunggu kebijakan pemerintah tentang mobil murah dan ramah lingkungan (LCGC). "Etios berada di antara Yaris dan Agya," kata Joko.

Dia mengakui, ada kemungkinan beralihnya penggemar Yaris ke Etios. Namun, kehadiran Etios akan menambah volume penjualan Toyota di Indonesia. "Secara total penjualan kami pasti naik," kata Joko.

Ketika mendesain mobil itu 2006, Chief Engineer Etios Akio Nishimura membayangkan mobil tersebut merupakan mobil pertama bagi konsumen di segmen itu. "Mereka berasal dari keluarga menengah ke bawah dan menaiki mobil tersebut bersama keluarga mereka," ujar dia.

Oleh karena itu, ruang kabin penumpang di bagian belakang dibuat lebih luas. Berbeda dengan spesifikasi di India, Etios yang dipasarkan di Indonesia lebih nyaman dengan standar keselamatan lebih tinggi. "Airbag tidak hanya satu tapi dua, di sisi pengemudi dan penumpang," kata Akio.

Mobil yang diluncurkan di India pada 2010 itu sudah mengadopsi fitur yang mampu mengurangi dampak benturan keras terhadap manusia ketika terjadi tabrakan. Ground clearance Etios yang dipasarkan di Indonesia juga lebih tinggi yaitu mencapai 170mm. "Ini disesuaikan dengan kondisi jalanan di Indonesia," ujar Joko.

 

Investor Daily

Penulis: EP/WBP

Sumber:Investor Daily