Acara peresmian pabrik TNA dilakukan oleh Masahide Sakurai, President Director dan Purnomo Junaedi, Vice President Director TNA, bersama Makio Sakai dari Nihon Tokushu Toryo Co., Ltd (Nittoku), Robert Shu dan C. Sukanto Wisbowo dari PT. Tuffindo Raya dengan melakukan pengguntian pita di areal Pabrik

Karawang – PT. Tuffindo Nittoku Autoneum (TNA) secara resmi mengoperasikan pabriknya di kawasan Surya Cipta City of Industry, Karawang Timur, Jawa Barat. Komponen otomotif, merupakan produk utama yang di produksi oleh pabrik yang memiliki kapasitas produksi 60 unit per jam ini.

Dalam kesempatan peresmian pabrik barunya, TNA juga mengumumkan bahwa TNA merupakan perusahaan gabungan dari PT. Tuffindo Raya (Indonesia), Nihon Tokushu Toryo Co., Ltd (Nittoku) dari Jepang, dan Autoneum dari Swiss, yang masing-masing perusahaan tersebut memiliki pengalaman dalam dunia komponen otomotif lebih dari 30 tahun dinegaranya masing-masing.

Pabrik yang didirikan dengan investasi sebesar US$ 13 juta ini, berdiri diatas tanah seluas 17,616 meter persegi. Untuk bangunannya, pabrik ini memiliki luasan 10.500 meter persegi.

Dalam sambutannya, President Director TNA, Masahide Sakurai mengatakan, TNA telah berdiri sejak 6 Maret 2012, dengan tujuan sebagai pemasok komponen otomotif di Indonesia.

TNA telah memulai pekerjaan konstruksi untuk pabrik ini pada bulan Agustus 2012. Dari pabrik ini, TNA memiliki beberapa produk. Lini produk pertamanya adalah lembar redaman, yang disebut Melsheet. Melsheet Line adalah mesin pertamanya dan memulai konstruksinya pada bulan Desember 2012 dan berhasil melakukan uji coba produksi Maret 2013.

"Untuk itu, kami percaya bahwa pasar otomotif Indonesia akan terus tumbuh di masa depan. Dalam situasi seperti saat ini, TNA berkomitmen untuk masa depan dengan terus melakukan ekspansi pasar yang sejalan dengan pertumbuhan industri otomotif di Indonesia. Harapan saya dengan adanya dukungan dari pemasok dan pelanggan kami, TNA akan dapat terus berkembang," tambahnya.

Senada dengan hal itu, Uwe Dieter Trautmann, Head of Business Group Asia, Member of the Group Executive Board Autoneum mengatakan, Nittoku dan Autoneum memiliki sejarah perusahaan dan kemitraan yang sangat panjang.

"Kami telah menetapkan usaha bersama di mana-mana dengan permintaan dari OEM Jepang, dan sukses besar. Sekarang di pasar Indonesia, Nittoku mendirikan perusahaan di sini dan kami senang diundang untuk mengintegrasikannya. Saya pikir, dalam situasi dan potensi pasar di Indonesia ini, saya berharap bahwa TNA akan sukses dan akan melanjutkan kesuksesan Autoneum, Nittoku di Indonesia dengan bermitrakan PT. Tuffindo Raya," tambah Uwe Dieter Trautmann.

Produksi massal TNA sendiri dimulai pada September 2012. Pada bulan April, TNA mulai memasang produksi lapangan Line yang menghasilkan bidang suara sebagai bagian dari bahan baku seperti Isolator Dash, Pembangunan jalur RUL dimulai Mei 2013, RUL adalah nama Reiter Ultra Light sebagai bobot yang ringan untuk solusi akustik bagi otomotif.

Instalasi selesai pada bulan Juni 2013 dan produksi massal dimulai pada September 2013. Semua 3 jalur produksi ini telah diproduksi dan telah bekerja dengan hasil yang memuaskan.

Lini produksi berikutnya adalah Carpet Line dan ditargetkan untuk memulai produksi massal pada awal tahun depan (2014). Produksi komponen otomotif ini sebagian besar untuk kendaraan penumpang, seperti : Dash Insulator, Asphalt Sheet, Dash Outer, Carpet, Inn Fender , Under Cover, Acoustical Battery Duct, Hybrid Battery Cover.

Selain itu, Produk yang dihasilkan oleh TNA benar-benar ramah lingkungan dengan menggunakan bahan daur ulang industri sesuai pengetahuan konsumen. Dalam mengembangkan produk-produk inovatif, memungkinkan TNA untuk mencerminkan fleksibilitas dan variabilitas dengan permintaan pasar.

Penulis: Feriawan Hidayat/FER

Sumber: PR