Ini Teknik Pengereman Sepeda Motor yang Tepat

Ilustrasi sepeda motor Honda CBR250R. (honda.com)

Oleh: Herman / FER | Rabu, 25 November 2015 | 22:19 WIB

Jakarta - Kecelakaan sepeda motor seringkali terjadi akibat teknik mengemudi yang salah, termasuk juga saat pengereman. Karena seperti disampaikan Kepala Instruktur Rifat Drive Labs (RDL), Herry Wahyudi, pada dasarnya fungsi rem bukan untuk menghentikan kendaraan, tetapi untuk memperlambat dan menghentikan putaran roda.

Dikatakan Herry, teknik penggunaan rem motor sebetulnya sangat bergantung pada laju kendaraan. Apabila kecepatannya di bawah 30 Km per jam, penggunaan rem belakang lebih disarankan.

"Ketika laju motor di bawah rata-rata atau pelan dalam kondisi jalanan yang licin, penggunaan rem depan justru berpotensi membuat pengendaranya terjatuh. Rem depan sebaiknya dioptimalkan ketika kecepatan motor di atas 80 Km per jam sambil sedikit menekan rem belakang," ujar Herry Wahyudi, Jakarta, Rabu (25/11).

Apabila kecepatan kendaraan berada di rentang 30-80 Km per jam, teknik yang disarankan Herry adalah menggunakan rem depan dan belakang secara bersamaan, bukan mengoptimalkan salah satunya.

Sementara itu dalam keadaan darurat, lanjut Herry, handel rem sebaiknya "dipompa" atau "dikocok" untuk menghindari roda-rodanya terkunci. Karena roda motor yang terkunci bisa mengakibatkan terjadinya slip, sehingga berisiko menyebabkan pengendaranya terjatuh.

 


Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT