Mazda CX-9
Mitsubishi Pajero Sport
Hummer
Pertanyaan ini mungkin terlintas saat anda melewati jalanan Jakarta dan melihat sekeliling.

Mobil-mobil jenis baru, terutama jenis sedan mewah dan sports utility vehicle (SUV), makin banyak yang berwarna putih tulang, putih gading, putih mutiara atau apapun namanya yang disebut oleh tim promosi dealer, yang intinya sama: putih, tak lebih dan tak kurang.

Dulu warna putih adalah yang paling banyak dihindari seperti halnya warna merah menyala.

“Iyalah, kayak mobil pegawai puskesmas,” kata seorang kenalan bernama Endang dalam perbincangan beberapa tahun silam.

“Putih dan merah itu susah dijual lagi mas. Orang carinya cuma silver atau hitam,” kata yang lain.

Dulu ada persepsi yang sedikit keliru bahwa warna putih gampang kotor seperti pada baju. Faktanya, untuk mobil justru warna hitam yang terkena debu sedikit saja langsung terlihat kumuh meskipun baru dicuci.

Para sopir pribadi pasti paham betul soal ini karena mereka harus menjaga mobil bos-nya tetap bersih dan mengkilat, dan yang ketiban warna hitam adalah yang paling sering membilas atau sekedar mengelap bodi mobil.

Pesaing Baru Hitam dan Silver

Dalam lima atau empat tahun terakhir, warna putih sudah makin sejajar pamornya dengan silver dan hitam di pasar otomotif Indonesia.

“Mobil putih jika dikombinasi dengan kaca gelap (berlapis kaca film) 80 persen itu keren banget,” kata seorang karyawan swasta di Jakarta, saat memutuskan memilih warna itu untuk mobil Honda Jazz keluaran 2009 miliknya.

Pembeli yang mencari warna putih sekarang ada kemungkinan harus antri lebih lama untuk jenis mobil tertentu di dealer tertentu, misalnya Mitsubishi Pajero Sport.

Perubahan preferensi warna ini rupanya dipahami juga oleh produsen mobil terkemuka yang serius menggarap pasar Indonesia.

Kalau diperhatikan, merk yang menjadi market leader seperti versi terbaru Toyota Avanza dan saudara kembarnya Daihatsu Xenia sekarang banyak yang berkelir putih.

Coba anda ingat ketika Avanza dan Xenia diperkenalkan sekitar 2004, dari ribuan mobil jenis itu yang dalam lima tahun kemudian mendominasi jalanan di Indonesia, adakah yang ketika itu berwarna putih?

Mereka yang paham psikologi pasar Indonesia mulai memasok warna ini banyak-banyak.

“Memang sih waktu di dealer saya cuma melihat ada satu yang berwarna putih. Langsung saja saya pilih dan kasih tanda jadi dan tak perlu inden seperti kata orang-orang itu,” kata Setiyadi, warga Tangerang, menceritakan pengalamannya membeli Daihatsu Terios keluaran tahun ini.

Bukan Warna Lembut

Berlawanan dengan pemahaman warna putih sebagai simbol perdamaian, ketenangan atau kesucian, justru warna ini menjadi favorit untuk mobil jenis SUV atau off-road yang memakai ban besar.

Selain Pajero Sport, pilihan warna putih juga makin digemari di Toyota Fortuner, Ford Everest, Mazda CX-7 dan CX-9, Honda CR-V, Chevrolet Captiva dan sebut saja semua model SUV yang dijual di Indonesia.

Apa mobil-mobil itu jadi tampak lembut dan kalem? Secara visual ternyata tidak. Pajero warna putih nampak lebih menonjol dan garang daripada yang warna merah anggur, kata beberapa orang yang ditanyai pendapatnya soal ini. Justru kesan seperti itu yang dicari orang ketika membeli sebuah SUV.

Namun semua pemilik mobil warna putih yang ditanya tidak memberi alasan lain kecuali unsur estetika, penampilan dan keindahan warna itu pada mobil mereka.

Meningkatkan Faktor Keselamatan

Sebuah studi yang dilakukan Monash University, Australia, yang dipublikasikan pada 2007 menemukan bahwa warna putih adalah yang paling jarang mengalami kecelakaan.

Pusat Penelitian Kecelakaan di universitas itu meneliti 855.258 peristiwa kecelakaan di negara bagian Victoria dan Australia Barat antara 1987 hingga 2004 dengan menganalisa resiko akibat factor pencahayaan.

Pada siang hari, mobil warna hitam peluangnya untuk mengalami kecelakaan lebih besar 12 persen dibandingkan warna putih.

Kemungkinan itu di warna abu-abu lebih besar 11 persen, warna silver 10 persen, warna merah dan biru 7 persen.

Saat dinihari atau petang hari, resiko kecelakaan mobil hitam meningkat hingga 47 persen dibandingkan warna putih, sedangkan warna silver lebih besar 15 persen.

Juga Jadi Tren di AS

Sejak 2007, mobil warna putih mulai menggantikan warna silver sebagai pilihan favorit para pembeli di Amerika Serikat, menurut berbagai survei tentang warna.

Ada beberapa teori tentang hal itu. Misalnya adalah pertimbangan ekonomi di era krisis yang membuat para pembeli lebih suka memakai pertimbangan yang praktis saja.

“Di saat krisis, orang-orang merencanakan memiliki mobilnya untuk waktu yang lebih lama jadi mereka memilih warna yang klasik yang memudahkan mereka menjualnya kembali nanti,” kata Leatrice Eiseman, direktur Pantone Color Institute dan penulis tujuh buku tentang warna.

Ada juga teori yang menyebutkan bahwa warna putih menolak panas dan membuat mobil tetap sejuk di musim kemarau.

Warna putih memang memantulkan seluruh spektrum cahaya matahari dan menolak panas, sedangkan warna hitam menyerap sebagian besar spektrum dan bersifat seperti spon yang menyerap panas.

Ternyata, Putih Punya Banyak Nama

Maka, di tangan para salesman mobil, diciptakanlah berbagai variasi warna putih yang tak pernah anda dengar sebelumnya, dengan menggunakan bahasa yang canggih, yang akan membuat anda percaya bahwa memang ada banyak varian warna putih.

Ada crystal white pearl, cool white, oxford white, white platinum, summit white, blizzard pearl, super white dan masih banyak lagi, beda pabrik beda sebutan untuk warna sederhana ini, dan beda model satu pabrik pun nama warna putihnya juga bisa lain.

Tak perlu khawatir. Kalau anda punya cukup uang untuk membeli mobil baru, cukup bertanya “ada warna putih om?” Pasti tidak akan terjadi salah pengertian.

Tapi kalau anda ditanya lagi “mau yang putih susu atau putih gading?” maka sebaiknya anda melihat langsung mobilnya daripada membuang waktu membahas konsep warna putih.

Penulis: /SES