Ilustrasi pabrik semen.

Jakarta - Untuk mengejar market shares dari produksi semen dari PT Semen Baturaja (Persero) dimana saat ini sudah berada pada kapasitas produksi maksimalnya, perusahaan berplat merah tersebut berencana akan membangun dua buah pabrik tambahan.

Dua pabrik tersebut akan dibangun di lokasi yang sama (brownfield) pada lokasi pabrik sebelumnya yang terletak di Baturaja, Sumatera Selatan.

Saat ini Semen Baturaja sudah memiliki tiga buah pabrik yang keseluruhannya terletak di wilayah Sumatera bagian selatan dengan total kapasitas produksi mencapai 1,25 juta ton.

Direktur Utama Semen Baturaja, Pamudhi Rahardjo mengatakan saat ini Semen Baturaja tengah memiliki dua proyek yang salah satunya adalah pembangunan cement-mill di Baturaja dengan kapasitas 750 ribu ton/tahun yang diberinama Baturaja 2.

“Project cost dari pabrik ini adalah senilai Rp 350 miliar yang pendanaannya berasal dari internal kas Perseroan,” ujar Pamudhi dalam keterangan persnya di Pacific Place, Jakarta, Rabu (3/4).

Penandatanganan untuk proyek cement-mill ini sendiri sudah dilakukan April 2012 lalu dan diharapkan pada bulan Mei mendatang sudah dapat melakukan uji produksi sehingga pada bulan Juni 2013 sudah dapat masuk ke dalam pasar komersial.

Untuk proyek kedua, Semen Baturaja berencana membangun Baturaja 3 yang paralel dengan pabrik Baturaja 1 dengan kapasitas produksi mencapai 1,85 juta ton/tahun. Projek ini diindikasikan akan bernilai Rp 2,5 triliun.

“Dana tersebut diperoleh melalui diantaranya Rp1 triliun dari biaya sendiri, Rp 1 triliun berasal dari IPO (Initial Public Offering) dan sisanya berasal dari pinjaman Bank BUMN,” sambungnya.

Saat ini proyek tersebut sudah memasuki masa tender dan diharapkan dalam jangka waktu enam bulan mendatang kontrak sudah dapat ditandatangani, sehingga pada Kuartal IV-2016 pabrik sudah dapat mulai beroperasi.

Posisi kas perusahaan per April 2013 sudah mencapai Rp 500 miliar lebih. Perseroan berharap dengan selesainya pabrik Baturaja 2 pada tahun ini dapat meningkatkan posisi kas internal menjadi Rp 1,3 triliun dengan laba mencapai Rp 380 miliar.

Semen Baturaja sendiri telah memiliki lahan seluas 2.100 hektar di wilayah Baturaja, Sumatera Selatan dan sedang melakukan eksplorasi di Jambi dengan luas 3.000 hektar.

Penulis: Ronna Nirmala