Ilustrasi Smelter

Jakarta - Untuk mulai mengaktifkan kinerja keuangan, PT Cakra Mineral Tbk (CKRA) berencana akan mengakuisisi tiga buah tambang biji besi dengan nilai Rp579 miliar. Tiga buah pabrik besi tersebut antara lain berada di Kalimantan dan Sumatera.

Direktur CKRA, Argo Trinandityo mengatakan, saat ini Perseroan tengah melakukan tahap eksplorasi berikut dengan study serta memproses perizinan kepada Bappepam.

“Kita harus lihat value-nya dahulu lalu lihat juga resources-nya berapa, kalau bagus kita targetkan akuisisinya bisa dilakukan Semester II-2013 ini, sekaligus tiga-tiganya,” kata Argo usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Hotel Royal Kuningan, Jakarta, Senin (8/4).

Dijelaskan Argo, ketiga tambang yang sedang dilakukan eksplorasi tersebut sudah memiliki IUP (Izin Usaha Pertambangan), sehingga sudah mampu berproduksi.

“Jadi kalau proses akuisisi sudah selesai bisa langsung produksi, jadi sudah siap. Kalau tidak tahun ini, tahun depan,” ujar Argo.

Untuk melakukan akuisisi tersebut, Perseroan menggunakan biaya yang diperoleh dari hasil divestasi perkebunan pada Desember 2011 lalu dengan total Rp750 miliar.

“Jadi kita sudah memiliki cash flow untuk akuisisi ini. Kita sudah masukkan Rp579 miliar,” ungkapnya.

Dalam RUPS hari ini, Perseroan juga meminta izin dari para pemegang saham untuk melakukan penjualan dari PT Persada Indo Tambang (PIT) yang sempat dihentikan pada Mei 2012 lalu.

“Kita rencanakan tetap akan melakukan ekspor ke China,” tegas Argo.

Untuk diketahui, PIT saat ini melakukan 100 persen penjualan ke pasar internasional, khususnya ke China. Hingga Mei tahun lalu, PIT telah berhasil melakukan penjualan hingga 83.000 ton biji besi dan menyisakan 30.000 biji besi.

Pada 3 bulan pertama produksi di tahun 2013, PIT telah melakukan produksi mencapai 90.000 ton biji besi, dan memasuki April Perseroan sudah melakukan perpanjangan kuota.

Penulis: Ronna Nirmala/FER