Salah satu proyek Lippo Karawaci Tbk yang dapat memicu pertumbuhan ekonomi.

Jakarta - PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) hingga kuartal I-2013 membukukan laba bersih meningkat 23 persen menjadi Rp 252 miliar dari kuartal I-2012 sebesar Rp 205 miliar.

Percepatan pertumbuhan pendapatan hospitals, penjualan perumahan dan peningkatan produktivitas menjadi pemicu kenaikan laba perseroan.

“Hasil kinerja keuangan dan operasional di kuartal pertama ini merefleksikan pembangunan yang berkelanjutan dari proyek-proyek di divisi usaha hospitals dan residensial," kata Presiden Direktur LPKR, Ketut Budi Wijaya dalam keterangan tertulisnya, Selasa (30/4).

Hingga kuartal I-2013, total pendapatan LPKR meningkat 26 persen menjadi Rp 1,477 triliun dari Rp 1,171 triliun untuk periode yang sama 2012.

Divisi usaha Hospitals melonjak 45 persen menjadi Rp 584 miliar sejalan meningkatnya pendapatan rata-rata dari pasien rawat jalan dan rawat inap, juga peningkatan kontribusi pendapatan rumah sakit baru yang telah dibuka di Manado, Makassar, Bali dan Palembang.

Saat ini kat Ketut, Siloam Hospitals mengoperasikan 12 rumah sakit dan enam rumah sakit sedang dalam tahap konstruksi. "Kami berharap 4- 5 rumah sakit baru akan dibuka tahun ini," kata dia.

Pendapatan divisi usaha Residential & Urban Development naik 13 persen menjadi Rp 620 miliar dari Rp 547 miliar, dengan pendapatan dari Townships meningkat 11 persen menjadi Rp 383 miliar.

Demikian pula pendapatan dari Large Scale Integrated Developments naik 17 persen menjadi Rp 237 miliar, terutama dengan meningkatnya pendapatan dari Kemang Village dan The St. Moritz.

Pendapatan dari divisi Commercial yang terdiri dari Retail Malls & Hotels, tumbuh 25 persen dibanding tahun lalu menjadi Rp 143 miliar.

"Bisnis Residential/Township kami terus tumbuh, aktivitas pembangunan mal-mal juga berjalan dengan baik, sejalan dengan usaha kami mengembangkan sektor ritel moderen dan konsumen di seluruh pelosok Tanah Air," kata Ketut

Unit usaha Asset Management mencatat pertumbuhan 21 persen menjadi Rp 130 miliar hasil meningkatnya fee yang diperoleh dari “Assets Under Management (AUM)” dua REIT yang disponsori LPKR.

Pendapatan recurring LPKR terus meningkat dan memberikan kontribusi 58 persen dari total pendapatan perseroan di kuartal I-2013.

PT Lippo Karawaci Tbk tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp 31,2 triliun atau US$3,2 miliar.

Penulis: Whisnu Bagus Prasetyo/WBP

Sumber:PR