Eterindo Targetkan Tambah 4.000 Hektar Lahan Tertanam i

Ilustrasi, Kelapa Sawit

Oleh: Eli / WBP | Kamis, 20 Juni 2013 | 14:19 WIB

Jakarta - Perusahaan di sektor energi, PT Eterindo Wahanatama Tbk (ETWA) menargetkan lahan tertanam bisa bertambah 4.000 hektar (ha). Adapun pada tahun lalu lahan tertanam perseroan baru mencapai 5.800 ha.

Eterindo memiliki lahan konsesi seluas 40 ribu hektar (ha) di Kalimantan. Sebanyak 24.000 ha dapat ditanami. Namun sepanjang tahun lalu, penambahan lahan tertanam perseroan yang bisa direalisasikan hanya 900 ha dari 2011 seluas 4.900 ha.

Padahal Eterindo menargetkan lahan tertanamnya 2015 bisa mencapai 24.000 ha. Target tersebut cukup berat untuk direalisasikan.

"Kami masih optimistis bisa capai target lahan tertanam 24.000 di 2015, tahun ini kami genjot 4.000 hektar, dan di 2014 dan 2015 kami upayakan bisa 7.000-an hektar, tiap tahunnya," kata Direktur Utama PT Eterindo Wahanatama Immanuel Sutarto di Jakarta, Kamis (20/6).

Pihaknya akan berusaha mengejar ketertinggalannya tahun lalu, dengan menggenjot penambahan lahan tertanam tahun ini dan dua tahun mendatang dengan mengoptimalkan penanaman lahan tertanam baru di 2014 dan 2015.

Hanya saja, Direktur Perkebunan PT Eterindo Agus Awali Ismantoro mengatakan, tahun ini, target yang paling realistis untuk penambahan lahan tertanam hanya sekitar 2.500 ha. Sebab kondusi cuaca tidak memungkinkan perseroan untuk terus menanam.

"Musim saat ini sulit diprediksi, tahun lalu masalah operasional dan cuaca merupakan kendala utama kami, sehingga tambahan lahan tertanam hanya bisa 900 ha. Saat ini juga demikian, cuaca harusnya sudah musim kemarau, biasanya hujan di musim kemarau itu hanya 3-4 hari, tapi kali ini kemaraunya basah, hujan bisa sampai 20 hari, jadi kegiatan penanaman kami terhambat, " kata dia.

Untuk investasi lahan tertanam, Immanuel memperkirakan kebutuhan biaya Rp 43 juta per ha. Sehingga untuk target 4.000 ha, perseroan menyiapkan dana sekitar Rp 172 miliar.

"Hingga kuartal I tahun ini, penambahan lahan tertanam kami sudah mencapai 700 hektar, kami harap sekitar 50 persen atau hingga 2.500 bisa terealisasi, " kata Agus.

Eterindo memiliki tiga anak usaha yaitu PT Anugerahinti Gemanusa (AG), PT Malindo Persada Khatulistiwa (MPK), dan PT Maiska Bhumi Semesta (MBS). Melalui AG, perseroan menjalankan bisnis energi terbarukan terpadu, biodiesel berbasis minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO). Sementara melalui MPK dan MBS, perseroan melaukan bisnis perkebunan kelapa sawit dengan berbagai produknya.


Sumber: Investor Daily
ARTIKEL TERKAIT