Galangan Kapal Jadi Mesin Pertumbuhan Soechi Lines i

Soechi Lines

Oleh: Parluhutan / PAR | Rabu, 25 November 2015 | 07:07 WIB

Jakarta - Program pemerintah memperkuat sektor kemaritiman berpotensi mendongkrak prospek bisnis galangan kapal (shipyard) PT Soechi Lines Tbk (SOCI) dalam jangka panjang. Tren pertumbuhan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) juga ikut menaikkan outlook penyewaan kapal perseroan.

Soechi Lines merupakan operator kapal tanker dan galangan kapal. Perseroan mengoperasikan sebanyak 37 kapal tanker dengan kapasitas 1,48 juta ton dan pangsa pasar sebesar 16%. Sedangkan galangan kapal perseroan merupakan yang terluas mencapai 216 hektare (ha) di Kepulauan Karimun.

Analis CIMB Securities Alvin Gunawan mengungkapkan, Soechi Lines diuntungkan oleh berbagai faktor yang diharapkan berdampak positif terhadap kenaikan kinerja keuangan dalam jangka panjang, seperti skema tol laut yang diluncurkan pemerintah, pemberian insentif untuk perusahaan galangan kapal, dan rencana pemerintah untuk membeli kapal dalam jumlah massif.

Tiga faktor tersebut membuat prospek peningkatan bisnis galangan kapal Soechi Lines dalam jangka panjang. “Kami memperkirakan industri galangan kapal akan mendapatkan lonjakan permintaan pembuatan kapal, seiring pemberian insentif galangan kapal dan lonjakan pemesanan kapal pemerintah,” ujar Alvin dalam risetnya, baru-baru ini.

Alvin mencatat, industri galangan kapal nasional telah bertumbuh signifikan dalam beberapa tahun terakhir atau sejak pemberlakuan asas cabotage. Implementasi peraturan tersebut membuat jumlah kapal berbendera Indonesia melonjak dari 6.000 unit pada 2005 menjadi 14 ribu unit akhir 2014. Sedangkan daya angkut melonjak hingga tiga kali lipat dari 5,6 juta ton menjadi 16 juta ton.

“Hampir semua muatan dalam negeri diangkut dengan kapal berbendera Indonesia, bandingkan dengan periode 2005 hanya sekitar 50% dari total muatan yang diangkut oleh kapal berbendera Indonesia,” tutur Alvin.

Meski jumlah kapal sudah bertumbuh pesat, permintaan kapal baru tetap tinggi, seiring tren pertumbuhan muatan dan peningkatan arus barang melalui jalur laut. Peremajaan kapal dilakukan, karena sebagian besar kapal berbendera Indonesia berusia di atas 25 tahun.

Bisnis galangan kapal perseroan juga mendapatkan energi tambahan dari kebijakan pemerintah. Menurut Alvin, pemerintah sebelumnya meluncurkan kebijakan untuk memperkuat sektor maritim nasional. Pemerintah telah menerbitkan sejumlah insentif fiskal untuk memperkuat sektor kemaritiman, termasuk peningkatan peran perusahaan galangan kapal nasional.

Adanya regulasi pemerintah yang menyebutkan seluruh kapal milik negara yang dibiayai dari anggaran belanja negara maupun daerah harus dibangun dan direpari pada galangan nasional ikut menjadi sentimen positif terhadap galangan kapal perseroan.

“Kami memang meragukan kemampuan galangan kapal nasional bisa bersaing dengan galangan kapal global. Namun, galangan kapal nasional memiliki kelebihan dengan captive market pengadaan kapal baru di Tanah Air,” ungkap Alvin.

Berdasarkan data galangan kapal nasional telah mendapatkan pemesanan pembuatan dan perbaikan kapal senilai Rp 17,7 triliun hingga Oktober 2015.

Permintaan tersebut berasal dari Kementerian Perhubungan sebanyak 188 unit kapal senilai Rp 11,8 triliun, Kementerian Kelautan dan Perikanan sebanyak 5.000 unit kapal senilai Rp 4,7 triliun, dan Kementerian Pertahanan Filipina sebesar Rp 1,2 triliun. Selain itu, pemerintah menargetkan investasi senilai Rp 20 triliun untuk pembuatan kapal setiap tahun.

Tidak hanya bisnis pembuatan kapal, permintaan perawatan dan perbaikan shipyard diperkirakan ikut bertumbuh ke depan. “Kami menilai permintaan kapal di dalam negeri berubah menjadi kapal-kapal yang besar dalam jangka panjang, sehingga investasi galangan kapal Soechi Lines di Karimun tersebut akan berdampak positif terhadap perseroan ke depan,” tutur Alvin.

Berbagai faktor tersebut mendorong CIMB Securities untuk mempertahankan rekomendasi add (potensi return di atas 10%) untuk saham SOCI. Sedangkan target harga saham ini direvisi turun dari Rp 850 menjadi Rp 700. Penurunan target harga dipicu ekspektasi penurunan kontribusi dari bisnis galangan kapal akibat penundaan proyek.

CIMB Securities menargetkan pertumbuhan pendapatan Soechi Lines dari US$ 127,5 juta menjadi US$ 139,1 juta. EBITDA operasi diproyeksi meningkat dari US$ 57,26 juta menjadi US$ 65,9 juta. Laba bersih diperkirakan naik menjadi US$ 48,46 juta dari US$ 33,2 juta.


Sumber: Investor Daily
ARTIKEL TERKAIT