Luncurkan IPOTGO, Indo Premier Bidik 16.500 Nasabah Baru

Luncurkan IPOTGO, Indo Premier Bidik 16.500 Nasabah Baru
Presiden Direktur PT Indo Premier Securities Moleonoto The ( Foto: Majalah Investor / Uthan A Rachim )
Muhamad Edy Sofyan / MHD Kamis, 4 Februari 2016 | 21:15 WIB

Jakarta - PT Indo Premier Securities menargetkan dapat menambah sekitar 16.500 nasabah baru atau tumbuh 30% dibandingkan tahun lalu. Perseroan akan meluncurkan produk baru yakni IPOTGO, untuk meraih target tersebut.

Presiden Direktur Indo Premier Moleonoto The mengatakan, IPOTGO merupakan suatu portal investasi online terintegrasi. Hanya dengan sekali login, masyarakat dapat berinvestasi di saham, reksadana dan ETF (exchange traded fund) dengan mudah dan cepat.

"Peluncuran IPOTGO ini tujuannya untuk memudahkan masyarakat berinvestasi di pasar modal. Kami menargetkan jumlah account bisa tumbuh 30% dari yang saat ini lebih dari 55 ribu account," jelas Moleonoto di Jakarta, Kamis (4/2).

Adapun IPOTGO memiliki delapan fitur unggulan, yaitu penempatan dan pembayaran otomatis, switching antar semua instrumen keuangan di hari yang sama, auto cash withdrawal, Robo T (Auto Trading Machine), investasi berkala, metode pembayaran yang fleksibel, multiguna chart dan kalkulator multiguna.

Menurut Moleonoto, saat ini memang mayoritas account yang terdaftar di Indo Premier mayoritas adalah investor saham. Sementara investor yang tercatat di portal supermarket reksadana IPOTFUND yang diluncurkan sejak 2014 saat ini tercatat sekitar 12 ribu.

Ia memprediksi, tahun ini reksadana akan semakin bertumbuh, karena ada persepsi pasar saham sedang kurang bagus setelah tahun lalu semua sektor melambat secara merata. Selain itu, reksadana tidak membutuhkan pengawasan seperti saham yang gampang terpengaruh kondisi pasar yang cenderung volatile.

Indo Premier tercatat telah bekerjasama dengan sekitar 29 manajer investasi (MI) dan ada 129 produk reksadana yang tersedia di IPOTFUND.

"Saat ini AUM (asset under management) atau dana kelolaan di IPOTFUND sekitar Rp 550 miliar. Kami tahun ini tidak spesifik memasang target AUM berapa," imbuhnya.

Adapun tahun ini, anak usaha Indo Premier Securities, Indo Premier Investment Management (IPIM), menargetkan bisa mengantongi dana kelolaan Rp 5,5 triliun.

"Dana kelolaan kami pada akhir Januari lalu sekitar Rp 3,7 triliun," ujar Direktur IPIM Ernawan R.Salimsyah di Jakarta, baru-baru ini.

Menurut Ernawan, target tersebut akan dicapai melalui sosialisasi serta edukasi produk ETF. Diharapkan, melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi tersebut, jumlah investor akan terus bertambah.

"Apalagi, investor saat ini sudah semakin familiar dengan produk ETF,” paparnya.

Pada kuartal IV tahun lalu, IPIM meluncurkan produk anyar bernama Premier ETF Indonesia State-Owned Companies (Premier ETF INDOSOC).

Presiden Direktur PT Indo Premier Investment Management John D Item mengatakan, pihaknya sebagai pelopor dan satu-satunya pengelola ETF saham di Indonesia telah memiliki pengalaman dalam mengelola tujuh exchange traded fund (ETF).

Saat ini, produk ETF Indo Premier cukup bervariasi mulai dari ETF berbasis indeks hingga sektoral. Selanjutnya, Indo Premier kembali menambah variasi produk ETF dan sekaligus dipercaya menjadi manajer investasi ETF BUMN.

"Kami berkomitmen untuk terus memperkaya ragam produk ETF di Indonesia. Hal ini agar dapat dimanfaatkan investor, sehingga memperoleh ragam alternatif investasi yang fleksibel," ungkap John, beberapa waktu lalu.

Premier ETF Indonesia State-Owned Companies dengan kode perdagangan XISC merupakan produk ETF ekuitas yang di kelola secara aktif. Untuk produk Premier ETF INDOSOC atau yang juga dikenal dengan sebutan ETF BUMN, Indo Premier kembali menggandeng Deutcshe Bank AG cabang Jakarta sebagai bank kustodian dan PT Indo Premier Securities sebagai dealer partisipan.

Sumber: Investor Daily
CLOSE