1,98 Juta Rumah Ditargetkan Terpasang Layanan Link Net di 2017

PT Link Net (Istimewa)

Oleh: Lona Olavia / WBP | Jumat, 21 April 2017 | 17:39 WIB

Jakarta- Emiten penyedia layanan kabel optik, PT Link Net Tbk (LINK) menargetkan ada penambahan jangkauan layanannya sebanyak 120.000-150.000 yang terkoneksi (homes passed). Dengan demikian, hingga akhir tahun 2017 ini diharapkan ada 1,95 juta hingga 1,98 juta rumah yang terpasang layanan ini.

"Homes passed tiap tahunnya biasanya tumbuh 120.000-150.000, di tahun 2016 tumbuhnya lebih tinggi. Tapi pertumbuhan di tahun 2017 sepertinya masih steady," kata Investor Relations Director PT Link Net Liryawati usai rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) di Jakarta, Jumat (21/4).

Dia mengatakan, peningkatan jumlah pelanggan tersebut seiring bertambahnya ekspansi jaringan ke dua kota baru yakni Medan dan Batam pada semester II tahun lalu yang hasilnya akan terlihat signifikan pada tahun ini.

Perseroan kata dia, juga akan meneruskan ekspansi ke beberapa kota baru di tahun 2017. Namun dia masih enggan membeberkan rencana ekspansi itu. "Kita mau fokuskan dulu dimana kita berada, namun kita juga akan terus berekspansi," ucapnya.

Adapun RGU broadband dan TV berbayar pada akhir 2016 meningkat menjadi 1,02 juta, 15 persen lebih tinggi dibandingkan RGU pada akhir 2015 sebesar 890.000. Sementara rata-rata pendapatan per pelanggan (average revenue per user/ARPU) ada pada level premium yakni Rp 407.000. Tahun lalu, perseroan terus menambah jangkauan layanannya ke 153.000 rumah baru yang terkoneksi sehingga mencapai 1,83 juta rumah per akhir 2016.

Sebagai gambaran, Link Net didirikan tahun 1996 dan sudah beroperasi di Jabodetabek, Surabaya, Malang, Bandung, Bali, Medan dan Batam. Link Net memiliki dan mengoperasikan jaringan kabel Hybrid Fiber Coaxial (HFC) dan Fiber to the Home (FFTH) yang menyediakan layanan akses internet berkecepatan tinggi untuk pelanggan ritel dan korporasi. Link Net juga mengoperasikan layanan televisi berbayar dengan berkolaborasi dengan PT First Media Television (FMTV).




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT