Tahun 2017, WSBP Bukukan Kontrak Baru Rp 11,03 Triliun

Sejumlah kendaraan melintas di bawah proyek jalur Light Rail Transit (LRT) Jakabaring-Palembang yang dibangun dengan hasil produksi Waskita Beton Precast (WSBP) dari dua plant utama di Sumatera Selatan, 6 September 2017. (BeritaSatu Photo/Danung Arifin)

Oleh: Mashud Toarik / MT | Minggu, 14 Januari 2018 | 00:07 WIB

Jakarta - PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) mengumumkan perolehan nilai kontrak baru pada tahun 2017 sebesar Rp 11,03 triliun. Pencapaian tersebut setara dengan 89,67 persen dari target kontrak baru 2017 sebesar Rp 12,3 triliun.

Sekretaris Perusahaan PT Waskita Beton Precast Tbk, Ratna Ningrum mengatakan tidak tercapainya target tersebut disebabkan karena sejumlah proyek yang semula direncanakan di dapat pada tahun 2017, berubah menjadi target di kuartal I 2018.

“Proyek tersebut antara lain proyek Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi dan Jembatan Penajam,” ujarnya sebagaimana dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu, (13/1).

Dikatakan Ratna, perolehan nilai kontrak baru 2017 berasal dari beberapa proyek besar yang tengah dikerjakan oleh WSBP seperti pekerjaan tambahan di proyek Jalan Tol KLBM (Krian-Legundi-Bunder-Manyar), proyek Jalan Tol Becakayu (Bekasi-Cawang-Kampung Melayu) seksi 2, proyek Jakarta-Cikampek (elevated), proyek Jalan Tol Cibitung-Cilincing, dan lain-lain.

Adapun perolehan kontrak baru pada tahun 2017 berasal dari internal (PT Waskita Karya Tbk) sebesar 61 persen dan dari eksternal sebesar 39 persen. Sedangkan jika dibandingkan pada tahun 2016, porsi proyek internal sebesar 73 persen dan sebesar 27 persen berasal dari proyek eksternal.

Pada tahun 2018 ini, masih terdapat sisa nilai kontrak dari tahun lalu yaitu sebesar Rp 13,65 triliun dari beberapa proyek seperti proyek Jalan Tol KLBM (Krian-Legundi-Bunder-Manyar), proyek Jalan Tol Bocimi (Bogor-Ciawi-Sukabumi), Jakarta-Cikampek (elevated), CCTW (Cimanggis-Cibitung) seksi I & II, serta proyek Jalan Tol Semarang-Batang.

Sebagai tambahan informasi, terhitung pada bulan Desember 2017, penerimaan termin dari pelanggan tercatat sebesar Rp 1,47 triliun. Sedangkan untuk total penerimaan termin sampai akhir tahun 2017 tercatat senilai Rp 4,63 triliun. Angka ini naik sebesar 372,77 persen dibandingkan penerimaan termin pada akhir tahun 2016 sebesar Rp 978,96 miliar.




Sumber: Majalah Investor
ARTIKEL TERKAIT