Waskita Gelar Soft Launching Sopo Del Office Tower

Waskita Gelar Soft Launching Sopo Del Office Tower
Gambar impressi proyek Sopo Del Office Tower ( Foto: Istimewa )
Devie Kania / FER Jumat, 19 Januari 2018 | 21:03 WIB

Jakarta - PT Waskita Karya Tbk (WSKT) merampungkan pengerjaan proyek Sopo Del Office Tower, dengan perolehan nilai kontrak sebesar Rp 558,5 miliar. Seiring dengan hal tersebut, emiten pelat merah ini sudah menggelar soft launching atas properti tersebut.

Direktur Waskita Karya Operasi, Bambang Rianto, menyatakan, perseroan memulai pembangunan Sopo Del Office Tower pada Desember 2014 dan berhasil menyelesaikan pengerjaaan proyek tepat waktu.

"Sopo Del Office Tower terdiri dari dua tower, yang menyediakan fasilitas lengkap. Soalnya, properti tersebut adalah proyek perkantoran, hotel, dan sekaligus lifestyle center yang terletak di kawasan pusat bisnis Mega Kuningan, Jakarta Selatan," ungkap Bambang dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (19/1).

Lebih lanjut, Bambang menjelaskan, Sopo Del Office Tower merupakan proyek milik PT Toba Pengembang Sejahtera. Adapun progres pekerjaan bangunan tersebut, telah mencapai 100 persen pada November 2017 lalu.

Sebelumnya, Direktur Utama Waskita Karya, M Choliq memaparkan, pihaknya membidik kontrak baru pada 2018 tumbuh 27,27 persen dari estimasi tahun 2017 yang sebesar Rp 55 triliun menjadi Rp 70 triliun.

Selanjunya, perseroan juga optimistis laba bersih dapat mencapai Rp 5,3 triliun, naik 32,5 persen dibanding perolehan Rp 4 triliun yang diprediksikan pada akhir 2017. Choliq mengakui, perseroan berpotensi meraih pembayaran atas jasa pengerjaan proyek dengan skema turn-key sebesar Rp 31 triliun pada 2018.

Direktur Keuangan Waskita Karya, Tunggul Rajagukguk, menambahkan, pihaknya masih memiliki sisa penawaran umum berkelanjutan (PUB) III sebesar Rp 7 triliun. Kemudian, perseroan juga masih memiliki sisa plafon pinjaman sindikasi dari sembilan bank asing, dengan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (SMBC) yang bertindak sebagai mandated lead arranger and bookrunner.

Choliq menegaskan, saat ini pihaknya baru menggunakan mencarikan pinjaman sebesar Rp 2,5 triliun dari total plafon yang mencapai Rp 5 triliun.

"Jadi untuk Waskita Karya soal pendanaan aman, tapi instrumen apa yang akan kami pilih jelas bergantung dengan biaya dana (cost of fund) yang lebih murah ke depan," tegasnya.



Sumber: Investor Daily