DIVA Investasi 30% Saham di Pawoon

DIVA Investasi 30% Saham di Pawoon
Aplikasi Pawoon menjalin kerja sama dengan XL Axiata untuk membantu pengembanga bisnis digital kalangan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). ( Foto: Istimewa )
/ HA Kamis, 6 Desember 2018 | 17:06 WIB

Jakarta - PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA), entitas anak PT Kresna Graha Investama Tbk (KREN), mengumumkan rencana investasi sebesar 30% saham di ‘Pawoon’, aplikasi Point of Sales (POS) berbasis cloud.

Investasi ini dipandang sebagai langkah strategis yang memposisikan Pawoon dan DIVA di sweet spot atau titik tengah untuk mengakselerasi pertumbuhan eksponensial dan memasuki salah satu bisnis miliaran dollar di Asia Tenggara.

"Suntikan dana segar dari DIVA akan diarahkan untuk pengembangan produk serta mempercepat akuisisi merchant di penjuru negeri, dengan potensi jutaan bisnis. Pawoon menyediakan segala yang dibutuhkan retailer untuk memulai, menjalankan, dan mengembangkan bisnisnya," kata Pendiri dan CEO Pawoon Ahmad Gadi dalam keterangan pers yang diterima redaksi, Kamis (6/12).

"Kami melayani bisnis dengan semua ukuran, dari Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dengan satu warung hingga perusahaan besar atau franchise dengan ratusan outlet. Bisnis ini cenderung mengandalkan pena dan kertas serta metode konvensional lainnya, yang terbukti tidak mencukupi dan tidak efisien. Pawoon telah mencetak jumlah yang signifikan untuk bisnisnya, memperkenalkan merchants untuk menggunakan berbagai produk software lengkap dan solusi pembayaran digital seperti e-money."

Layanan yang ditawarkan Pawoon kepada para Merchants adalah teknologi cloud dan ritel mutakhir untuk membantu mereka mencatat penjualan, menerima pembayaran non-tunai (cashless), mengelola inventaris dan memantau profil perilaku pelanggan (customer behaviour) di beberapa lokasi.

"Pawoon mempunyai tujuan utama untuk membangun ekosistem yang lengkap bagi para pelaku bisnis, menyediakan tidak hanya sekadar software yang lengkap, namun juga membantu mereka untuk menyimpan, mengelola layanan pembayaran, menyediakan akses terhadap pendanaan, dan menyempurnakan supply chain mereka," kata Ahmad.

"Inti dari seluruh aspek ini adalah data transaksional berjumlah besar, yang jika terorganisir akan membantu membangun nilai tambah terhadap perusahaan merchants."

Sejak peluncuran produk pertamanya di 2015, aplikasi POS Pawoon telah digunakan oleh lebih dari 10.000 merchants, tersebar di lebih dari 200 kota di Indonesia. Sejumlah merek lokal terkenal telah menjadi klien Pawoon di antaranya adalah Go-Pay, Geprek Bensu, Dum Dum Thai Tea, Bakso Lapangan Tembak, Mango Bomb, dan banyak lainnya.

Sementara itu, Direktur DIVA Dian Kurniadi mengatakan investasi di Pawoon menjanjikan ekspansi usaha yang menarik.

"Dengan pertumbuhan eksponensial Pawoon, melonjak 28 kali lipat selama 24 bulan terakhir, Pawoon menawarkan ekspansi bisnis yang menarik dan pertumbuhan potensial untuk DIVA di luar tiga sektor yang saat ini mendukung bisnis kami," kata Dian.

"Tahun 2015-2035, DIVA bertujuan untuk memasuki sebuah pasar yang memperoleh nilai perputaran tahunan hingga Rp 27,5 triliun hanya di Jakarta saja, diperkirakan dari Rp 2,75 triliun pendapatan pajak restoran di 2017," kata Dian.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE