Seorang karyawan dari penjamin emisi menjelaskan kepada calon investor cara pemesanan saham saat acara investor gathering dalam rangka penawaran umum perdana saham Agung Podomoro Land (APL) di Jakarta
BEI membidik 30 perusahaan untuk IPO tahun depan

Sebanyak 13 perusahaan akan menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham pada kuartal I tahun depan. Permintaan IPO 13 perusahaan itu telah disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI).

Ke-13 perusahaan itu adalah PT Siba Surya, PT Multi Agro Gemilang Plantations, PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya, PT Indoprima Gemilang, PT Pasifik Agro Sentosa, PT Pelita Cengkareng Paper, PT Omni Inter nasional Hospital, PT Bank Maspion, PT Steel Pipe Industry Indonesia (Spindo), PT Saraswati Griya Lestari, PT Dyandra Media Internasional, PT Trans Power Marine, dan PT Cipaganti Citra Graha.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI Hoesen, ke-13 perusahaan tersebut telah menggelar paparan singkat (mini expose) ke BEI. Tahun depan, BEI menargetkan menjaring 30 emiten baru. “Dengan demikian, kami tinggal mencari tambahan 17 emiten baru untuk mencapai target,” kata Hoesen di Jakar ta, Selasa (18/12).

Dia menilai, besarnya jumlah antrean IPO dipicu ekspektasi membaiknya kondisi perekonomian global tahun depan. Dari 13 calon emiten itu, beberapa perusahaan tadinya berniat menggelar IPO tahun ini.

“Yang memulai proses IPO tahun ini sebenarnya cukup banyak. Tapi, kalau masalah kapan pencatatan (listing) dilakukan, hal itu tergantung masing-masing perusahaan. Tentunya mereka melihat waktu yang tepat, sehingga ada yang memutuskan menunda IPO hingga tahun depan,” papar Hoesen.

Tahun ini, BEI hanya berhasil menggaet 22 emiten baru, di bawah target sebesar 25 emiten. PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) menjadi emiten baru ke-21 BEI tahun ini. Listing saham WIIM dilakukan kemarin. Adapun PT Waskita Karya Tbk listing hari ini.

PT Sekar Bumi Tbk (Tbk) kembali mencatatkan saham (relisting) di BEI tahun ini. Dengan demikian, jumlah emiten tahun ini bertambah 23.

Hoesen menjelaskan, sebagian besar perusahaan yang akan IPO menggunakan laporan keuangan kuartal III tahun ini. Bagi perusahaan yang menggunakan laporan keuangan Juni 2012, BEI meminta perusahaan terkait mengubahnya menjadi kuartal III.

Kepala Biro Penilaian Keuangan Perusahaan (PKP) Sektor Jasa Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Noorachman mengatakan, ada enam perusahaan sektor jasa yang akan IPO tahun depan. Keenam perusahaan itu antara lain PT Bank Maspion, PT Sarana Meditama Metropolitan, PT Saraswati Griya Lestari, dan PT Trans Power Marine.

“Kami tengah memproses IPO enam perusahaan sektor jasa. Selain itu, ada satu rights issue dan tujuh obligasi,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Biro PKP Sektor Riil Bapepam-LK Annis Baridwan mengatakan, belum ada calon emiten sektor riil yang akan IPO pada 2013. Pihaknya masih menanti tindak lanjut beberapa perusahaan yang sudah melakukan mini expose.

Penulis: /FEB