Ratusan pelajar menunjukkan Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan buku pintar saat kegiatan Kongkow Bareng (Kobar) Bank DKI di Kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat.

Jakarta - Pemerintah DKI Jakarta akan meluncurkan Kartu Jakarta Pintar (KJP) tahap pertama di tahun 2013 sebelum tanggal 15 April 2013.

Hingga kini, dari target siswa penerima KJP sebanyak 332.000, baru 301.000 calon penerima KJP yang masuk. Dari jumlah calon yang masuk tersebut, sebanyak 81.000 siswa sudah selesai diproses oleh Bank DKI.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto mengatakan pihaknya terus melakukan inventarisasi siswa penerima KJP. Hingga saat ini baru 301.000 siswa yang sudah terdata dan akan diproses agar mempunyai rekening di Bank DKI.

"Kita terus kebut pendataannya. Karena kita mau sebelum tanggal 15 April, KJP sudah diluncurkan. Pokoknya sebelum pelaksanaan Ujian Nasional SMA dan SMK, KJP sudah dibagikan ke siswa tingkat SD, SMP dan SMA," kata Taufik, Sabtu (6/4).

Menurutnya, anggaran untuk KJP tahun ini sebesar Rp 804 miliar. Alokasi anggaran ini berdasarkan data 10 bulan lalu. Karena itu, pihaknya akan mempercepat pendataan sebelum dimulainya tahun ajaran baru. "Karena pada bulan Juli, akan ada siswa yang baru masuk dan yang sudah lulus," ujarnya.

Bagi siswa penerima KJP yang sudah lulus, lanjutnya, otomatis pemberian dana KJP dihentikan. Namun siswa tersebut masih mengantongi kartu ATM KJP dan buku rekening di Bank DKI. Karena, saat dia menerima KJP, maka siswa sudah menjadi nasabah Bank DKI dan memiliki kartu ATM yang bertuliskan KJP.

"Jadi saat melihat ada alumni SMA masih memakai kartu KJP ya jangan kaget. Karna kartu itu berfungsi sebagai kartu ATM Bank DKI. Dia tetap jadi nasabah Bank DKI. Hanya saja subsidi distop," jelasnya.

Direktur Utama (Dirut) Bank DKI Eko Budiwiyono mengatakan bagi para pelajar pemegang KJP, Bank DKI akan membukakan rekening Tabungan Monas Pelajar.

Tiap siswa pemegang KJP hanya dikenakan biaya administrasi dan perawatan rekening sebesar Rp 1.000 per bulan. Untuk melakukan transaksi melalui ATM Bank DKI, pemegang KJP tidak akan dikenakan biaya.

"Jika pemegang KJP melakukan transaksi melalui ATM bank lainnya, tarif disesuaikan dengan ketentuan bank tersebut. Untuk pemegang KJP, kami imbau agar melakukan transaksi di ATM Bank DKI," ujarnya.

Eko mengungkapkan sepanjang tahun 2013, sudah ada 80.384 rekening KJP yang sudah terbentuk. Dengan jumlah kartu terproduksi sebanyak 62.000lembar.

Penulis: Lenny Tristia Tambun/WBP