Warga Buaran blokir jalan I Gusti Ngurah Rai.

Jakarta - Terkait aksi unjuk rasa ratusan warga dari RT 08/RW 012 Buaran, Kelurahan Klender, Kecamata Duren Sawit, Jakarta Timur, Jakarta Timur yang memblokir Jalan I Gusti Ngurah Rai, Sabtu (18/5) untuk menolak penggusuran yang dilakukan oleh PT Graha Cipta Karisma (GCK), Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI melakukan rapat membahas nasib warga Buaran.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo telah memanggil Wali Kota Jakarta Timur untuk mengadakan rapat pembahasan rencana penggusuran rumah warga Buaran oleh PT GCK.

"Nanti mau rapat dengan Pak Gubernur. Rapat mau bahas itu," kata Ahok di Balaikota DKI, Jakarta, Senin (20/5).

Rapat yang sudah dilakukan sejak pukul 09.00 di Balaikota ini, akan menentukan nasib warga Buaran yang terancam rumahnya dibongkar.

Warga melakukan aksi unjuk rasa karena rencana penggusuran berlangsung tiba-tiba, tanpa ada upaya dialog kepada warga. Kemudian tiba-tiba disomasi PT GCK untuk segera meninggalkan tanah tersebut. Bahkan, ada perintah dari Wali Kota Jakarta Timur untuk mengerahkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dalam rencana penggusuran ini. Masalah ini sudah dilaporkan kepada Gubernur.

Di lahan yang ditinggali warga saat ini, banyak bangunan semipermanen yang berdiri, khususnya di sepanjang Jalan I Gusti Ngurah Rai. Tapi dari sekian banyak bangunan itu, hanya pemukiman warga Madura saja yang terkena somasi penggusuran. Rencananya di atas lahan itu akan dibangun sebuah perumahan elite dari pengembang. PT GCK bersedia bayar Rp 125 juta per kepala, kalau mau relakan tanahnya.

Penulis: Lenny Tristia Tambun/NAD