Ketua DPRD DKI: Masuk Gratis Jangan Sampai Buat Ancol Bangkrut

Pintu masuk Taman Impian Jaya Ancol di Jakarta. (Antara)

Oleh: Lenny Tristia Tambun / FMB | Kamis, 12 Oktober 2017 | 14:08 WIB

Jakarta – Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi mendukung rencana Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat yang akan menggratiskan warga masuk Ancol.

Hanya saja sebelum rencana itu diterapkan, harus dilakukan kajian yang mendalam supaya tidak membuat bangkrut PT Pembangunan Jaya Ancol (PJA). Karena perusahaan ini merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI yang setiap tahunnya memberikan dividen ke kas daerah.

“Ini kan perusahaan terbuka. Di perusahaan tersebut juga ada uang publik yang harus dipertanggungjawabkan. Jangan sampai karena adanya kebijakan tersebut, meski kebijakan populis membuat perusahaan ini bangkrut,” kata Prasetio di DPRD DKI, Jakarta, Kamis (12/10).

Ia tidak menolak bila masuk Ancol digratiskan. Namun ia ingin kebijakan itu hanya ditujukan bagi warga Jakarta yang tidak mampu saja. Kalau yang mampu, harus berani merogoh koceknya untuk membayar tiket masuk yang saat ini sebesar Rp 25.000 per orang.

“Ya subsidi silang lah. Kalau orang tidak mampu, ya silakan digratiskan. Tetapi jangan semuanya digratiskan,” ujarnya.

Bagi warga yang tidak mampu, lanjutnya, bisa saja dengan menunjukkan surat keterangan tidak mampu dari lurah atau dibuatkan kartu khusus untuk masuk Ancol.

Namun semuanya itu, harus melewati kajian yang mendalam dan tidak boleh terburu-buru mengambil keputusan. Sehingga, kebijakan yang diambil bisa konsisten dilaksanakan, tidak berubah-ubah dalam waktu singkat.

“Saya kita kebijakan itu harus konsisten dilaksanakan. Jadi harus melewati kajian yang mendapal dan detail. Jangan karena tergesa-gesa digratiskan, kemudian karena pertimbangan lain, berubah kembali. Jadi diawal harus dihitung plus minusnya,” terangnya.

Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat rencana penggratisan tiket masuk pantai Ancol pada 14 Oktober mendatang masih dalam tahap kajian. Kajian yang dimaksud Djarot adalah meski tiket gratis, Ancol tetap mendapat pendapatan dari penjualan kuliner dan pentas seni yang meningkat, dan tak lupa tarif parkir progresif.

"Nah karena saya tahu Ancol kami punya (saham) 72 persen, ya sudah tolong dikaji. Misal parkir gunakan progresif, lebih mahal. Kemudian pasar seni akan hidup, kuliner akan hidup, itu juga pendapatan bagi Ancol tambah retribusi,” kata Djarot.

Djarot sempat mengungkit sejarah bagaimana saat Presiden pertama RI Bung Karno menginginkan agar DKI Jakarta mempunyai sarana rekreasi berupa pantai yang dapat dinikmati oleh warga dari seluruh kalangan. Dia pun menginginkan agar pantai Ancol dapat dinikmati warga, maka akses masuknya harus gratis.

“Begini harusnya Ancol, coba buka sejarah, saat Bung Karno membuka wilayah itu tahun 60-an. Saya lupa, (kalau tidak salah) Bung Karno menginginkan ada pantai bagus di Jakarta yang bisa diakses publik. Maka saya sampaikan sekarang bisa enggak? Tolong dikaji," ucap Djarot.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT