Polres Bogor: Terlambat, Gubernur Anies Minta Jalur One Way Puncak Dibuka

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menghadiri acara pengukuhan Keluarga Alumni Universitas Gajah Mada (Kagama) Bogor Raya di Kebun Raya Bogor, Sabtu (21/10). (Beritasatu.com/Vento Saudale)

Oleh: Vento Saudale / FMB | Sabtu, 21 Oktober 2017 | 15:08 WIB

Bogor - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku terjebak kemacetan parah saat menghadiri acara di Kota Bogor dari Puncak. Satuan Lalu Lintas Polres Bogor mengatakan, Gubernur Anies melintas dari arah Puncak pada saat diberlakukan satu arah Jakarta/Bogor menuju Puncak.

Sejatinya, kehadiran Anies menghadiri acara pengukuhan Keluarga Alumni Universitas Gajah Mada (Kagama) Bogor Raya pukul 10.00 WIB di Kebun Raya Bogor, Sabtu (21/10) dan menurut agenda, Ketua Kagama Ganjar Pranowo akan menyambut Anies.

Sekitar pukul 11.00 WIB, Ganjar pun meninggalkan tempat karena harus segera kembali ke Jawa Tengah. Sementara, Wali Kota Bima Arya tiba di lokasi berselisih 15 menit setelah Ganjar pergi. Akhirnya, Anies tiba di lokasi Kebun Raya pada pukul 11.30 WIB. Mengenakan pakaian batik cokelat, alumnus Fakultas Ekonomi UGM 1989 ini disambut panitia.

"Bogor macetnya luar biasa, khususnya akhir pekan. Melebihi kemacetan di Jakarta," keluhnya.

Anies mengaku berangkat sekitar pukul 08.00 WIB, usai menghadiri acara Kopri Pemprov DKI Jakarta di Gunung Mas, Puncak. Karena kemacetan, ia pun tiba di lokasi beberapa jam setelah dibuka.

"Saya mohon maaf sebelumnya," tambah Anies.

Menanggapi hal tersebut, Sat Lantas Polres Bogor menampik terjadinya kemacetan dari Jalur Puncak. Kasat Lantas Polres Bogor, Ajun Komisaris Hasby Rastama menjelaskan, Gubernur Anies turun dari Puncak menuju Kota Bogor pukul 08.00 WIB, padahal Satlantas Polres Bogor tengah memberlakukan sistem satu arah atau one way sejak pukul 07.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB.

"Justru, Pak Anies meminta kami membuka jalur pada saat one way. Padahal kami sudah minta gubernur agar melintas jalur alternatif, tapi tidak mau," katanya.

Hasby pun menyayangkan, Pemprov DKI Jakarta tidak berkoordinasi dengan kepolisian setempat guna mengatur rekayasa lalu lintas, mengingat lalu lintas jalur Puncak setiap akhir pekan sangat padat.

"Bila berkoordinasi, kami pun bisa memberikan gambaran situasi Jalur Puncak. Seharusnya penyelenggara (Pemprov Jakarta), juga memaksimalkan kendaraan bus bila ingin pergi rombongan, sehingga kendaraan di Puncak tidak membeludak," imbuhnya.

Saat ini, polisi masih melakukan sudah memberlakukan normal jalur Puncak. Antrean kendaraan pun saat ini masih ramai lancar dan sebagian besar didominasi kendaraan pelat merah milik Pemprov Jakarta.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT