DKI Realisasikan Janji Kampanye Ok Otrip

DKI Realisasikan Janji Kampanye Ok Otrip
Pemprov DKI Jakarta melakukan soft launching untuk salah satu program yang dijanjikan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, yakni Ok Otrip di Balai Kota, Kamis (14/12). ( Foto: Suara Pembaruan / Deti Mega Purnamasari )
Deti Mega Purnamasari / FMB Kamis, 14 Desember 2017 | 10:11 WIB

Jakarta - Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta melakukan soft launching untuk salah satu program yang dijanjikan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, yakni Ok Otrip di Balai Kota, Kamis (14/12).

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, dengan dilakukannya soft launching ini, salah satu rencana kerja mereka sudah mulai diimplementasikan.

"Kami bersyukur dalam waktu dua bulan, Ok Otrip yang sudah dirancang oleh tim bersama seluruh jajaran bisa kita luncurkan. Rencananya kita uji cobakan selama tiga bulan," ujar Anies saat soft launching Ok Otrip di Balai Kota, Kamis (14/12).

Ia mengatakan, tujuan utama pelaksanaan program Ok Otrip ini ada dua, yakni karena pihaknya ingin melayani warga dengan lebih murah dan mudah serta memastikan agar penyedia angkutan-angkutan jalan tetap sejahtera.

"Sehingga program Ok Otrip bukan saja dirasakan oleh warga, tapi juga para penyelenggara angkutan umum," katanya.

Dengan begitu, katanya, maka keterlibatan dalam penyelenggaraan angkutan umum harus menguntungkan serta mutu pelayanannya harus terus ditingkatkan.

Ia menegaskan, dalam program ini, yang menjadi kata kunci adalah integrasi. Adapun yang diintegrasikan ada tiga hal, yakni rute, manajemen, dan pembayaran.

"Dengan begitu, maka warga Jakarta harapannya kelak bisa naik kendaraan umum di mana saja, untuk pergi ke mana saja karena angkutannya tersambungkan satu sama lain," katanya.

Dalam masa uji coba ini, pihaknya memilih rute yang selama ini belum terlayani. Pola pengoperasian angkutan umumnya pun, katanya, tetap akan dilakukan pada kilometer perjalanan dan tidak lagi berdasarkan jumlah penumpang seperti sekarang.

"Kartu Ok Otrip akan berlaku dalam waktu tiga jam dari saat tap in pertama naik kendaraan, turun naik kendaraan, hingga tap in yang terakhir. Bukan sampai turun tapi sampai tap in terakhir," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Andri Yansyah mengatakan, program Ok Otrip merupakan layanan baru dari Pemprov DKI yang menciptakan sistem transportasi umum massal yang efisien dan terintegrasi serta membantu merungankan biaya transportasi.

Program tersebut, katanya, mengintegrasikan rute dan layanan, manajemen, serta pembayaran. Artinya, warga dapat menggunakan berbagai moda angkutan umum yang terintegrasi dengan sistem Transjakarta hanya membayar Rp 5.000 dalam durasi tiga jam, mulai tap in pertama hingga terakhir.

Seluruh pembayaran, katanya, menggunakan kartu Ok Otrip yang bisa didapatkan di halte Transjakarta dan outlet yang kerja sama dengan Transjakarta.

"Kami sudah banyak diskusi menentukan tahapan-tahapan mulai dari tahap 1 tanggal 14 Desember 2017 dilakukan soft launching ini. Kemudian 22 Desember 2017 launching pemberlakukan one man one ticket di seluruh halte Transjakarta," katanya.

Ia menjelaskan, seluruhnya sudah bisa melaksanakan Ok Otrip dengan menggunakan kartu tersebut pada 22 Desember 2017 nanti. Selanjutnya tahap kedua, akan dilakukan 15 Januari 2018 layanan tersebut akan dimulai dengan mengintegrasikan uji coba empat trayek bus kecil yang terintegrasi debgan bus sedang dan Transjakarta.

Adapun rute yang akan diujicobakan sistem Ok Otrip adalah di Jelambar, Warakas, Duren Sawit, dan Lebak Bulus. Sebab masih uji coba, maka tarifnya masih tarif promo, yakni Rp 3.500.

Selama ini, katanya, tanpa program Ok Otrip, apabila warga naik angkutan kecil dengan tarif yang sudah ditetapkan Rp 3.000, kemudian melanjutkan naik bus sedang Rp 3.500, dan Transjakarta juga Rp 3.500, maka berarti pelanggan menghabiskan biaya perjalanan Rp 10.000.

Namun dengan adanya Ok Otrip, nantinya apabila pelanggan keluar rumah menggunakan angkot, maka akan terkena biaya sesuai tarif angkot. Jika ia melanjutkan naik angkutan medium, maka dia hanya kena tarif Rp 2.000 dan bila melanjutkan lagi ke Transjakarta, maka dia kena Rp 0.

"Seluruh rute telah terintegrasi dengan layanan Ok Otrip, 287 trayek akan terintegrasi dengan Transjakarta," pungkasnya



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE