Anies Jamin Harga Pangan Jelang Natal Terkendali

Anies Jamin Harga Pangan Jelang Natal Terkendali
Gubernur DKI, Anies Baswedan menjadi pembicara dalam sesi diskusi pertama Rapat Kerja (Raker) Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) yang diselenggarakan di Flores Ballroom, Hotel Borobudur, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat pada Kamis (6/12). ( Foto: Beritasatu Photo / Lenny Tristia Tambun )
Lenny Tristia Tambun / FER Kamis, 6 Desember 2018 | 17:23 WIB

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menjamin harga pangan menjelang Hari Natal dan Tahun Baru terkendali aman. Karena, pihaknya sudah mengantisipasi kenaikan harga menjelang hari raya keagamaan.

"Sejauh ini sih terkontrol aman. Ini yang sekarang kita sedang kerjakan adalah untuk jangka lebih panjang," kata Anies di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (5/12).

Seperti kebutuhan daging sapi warga Jakarta sebanyak 160 ton per hari. PD Dharma Jaya telah melakukan kerja sama dengan daerah produsen daging sapi, Jawa Timur.

"Tadi Pak Gubernur Jawa Timur menjelaskan, mereka siap untuk suplai pasokan daging lebih banyak. Harapannya ini bisa tercapai. Jadi sifatnya lebih jangka panjang. Mudah-mudahan 2019, sebagian besar sudah terealisasi," ujarnya.

Anies mengungkapkan, DKI Jakarta memiliki kepentingan untuk mendapatkan pasokan-pasokan baru agar suplai kebutuhan pokok di Jakarta bisa lebih terjamin. Pihaknya melihat, kerja sama dengan wilayah pemasok masih terbatas. Karena itu, kerja sama dengan daerah pemasok lainnya akan diperbanyak agar dapat mensuplai kebutuhan pokok di Jakarta.

"Kita ingin agar mata rantai perdagangan kebutuhan pokok bisa lebih efisien. Dengan adanya pertemuan Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI), kita ingin Pemprov di seluruh Indonesia melihat kebutuhan di Jakarta sebagai peluang terbangunnya kegiatan bisnis suplai pasokan kebutuhan pokok," jelasnya.

Anies menambahkan, sudah ada tiga BUMD DKI yang bergerak di bidang ketahanan pangan. Yaitu Perumda Pasar Jaya, PT Tjipinang Food Station Jaya dan PD Dharma Jaya. Ketiga BUMD DKI ini sudah menguasai 30 persen dari pasokan Jakarta.

"Kita ingin bisa lebih besar lagi. Sehingga pemerintah punya kemampuan untuk mengontrol harga lebih baik. Dapat mengendalikan harga lebih baik agar inflasi kita terjaga,” tukasnya.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE