Hajriyanto Tohari (kanan).

Jakarta - Ketua DPP Partai Golkar (PG) Hajriyanto Tohari mengemukakan bagi PG penyusunan caleg itu bukan pekerjaan berat dan rumit, karena sistem pengkaderan PG berjalan dengan baik.

"Hasilnya, ada semacam 'bank kader'. Maka sewaktu-waktu dibutuhkan, seperti penyusunan caleg seperti sekarang ini, PG tinggal mensistematisir saja sesuai dengan persyaratan yang ditentukan undang-undang," kata Tohari di Jakarta, Senin (18/3).

Ia menjelaskan, dalam PG daftar caleg itu merupakan hasil dari suatu proses panjang sistem perkaderan. Bukan pekerjaan ad hoc yang bersifat instan sesaat ketika penyusunan caleg.

Bahkan Golkar juga menyurvei caleg-calegnya di daerah pemilihan (dapil) untuk mengetahui popularitas, ketersukaan, dan elektabilitas caleg-calegnya.

"Survei sekarang sedang berjalan," ujar Wakil Ketua MPR ini.

Wakil Sekjen PG Nurul Arifin mengemukakan hal yang sama dengan Tohari. Menurutnya, PG sudah memulai jauh-jauh hari dalam proses rekrutmen kader. Artinya, caleg PG sudah melalui proses yang cukup panjang sampai kemudian diposisikan sebagai caleg.

"Karena prinsip Golkar tidak ada yang instan. Semua yang berjalan melalui tahapan adalah yang terbaik. Dari 2.850 orang yg sudah mengikuti pelatihan kader fungsionaris, hanya akan dipilih 560 orang untuk jadi caleg," ujar anggota Komisi II DPR ini.

Dia juga menegaskan PG juga dituntut transparan dan akuntabel dalam menentukan caleg beserta nomor urutnya. Masalah SDM caleg, PG mengharuskan minimal S1 dan dengan bidang keilmuan atau keahlian yang dimilikinya.

"Kelak fraksi akan mendistribusikan para anggotanya di komisi-komisi yang sesuai. Saya tidak percaya proses rekrutmen yang instan akan memberikan sesuatu yang baik. Saya pribadi lebih percaya pada proses," tutur mantan artis ini.

Sementara pengamat politik dari UI Andrinof Chaniago mengemukakan jika ingin meningkatkan proses pencalegan dalam waktu yang terbatas, partai harus mengoptimalkan komunikasi dengan masyarakat. Para bakal caleg itu dipublikasikan seluas-luasnya melalui berbagai jenis media.

Suara Pembaruan

Penulis: R-14/NAD

Sumber:Suara Pembaruan

Profil Parpol
NASDEM
NASDEM
PKB
PKB
PKS
PKS
PDIP
PDIP
GOLKAR
GOLKAR
GERINDRA
GERINDRA

DEMOKRAT
DEMOKRAT
PAN
PAN
PPP
PPP
HANURA
HANURA
PBB
PBB
PKPI
PKPI