Presiden Susilo Bambang Yudhoyono

Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyadari bahwa tensi politik Indonesia makin memanas jelang Pemilu 2014. Karenanya, dia meminta jajaran kabinetnya tidak ikut terbawa suasana dan tetap fokus menjalankan tugas demi kepentingan rakyat.

"Makin dekat dengan masa Pemilu, makin eskalatif kondisi perpolitikan kita," kata Presiden SBY saat membuka Sidang Kabinet Terbatas mengenai rancangan awal RKP tahun 2014 dan pagu indikatif RAPBN 2014 di kantor presiden, Jakarta, Kamis sore (21/3).

Hal demikian, kata presiden, juga terjadi jelang Pemilu 2004 dan 2009. Menurut presiden, masalah politik terkesan makin dominan karena ada dua hal yang menjadi masalah yaitu, terkait dengan masalah Pemilu dan masalah politik yang tidak terkait Pemilu.

"Pelaku-pelakunya kebetulan yang sedang menjadi pembicaraan hangat di arena politik sekarang ini, bukan atau tidak sama dengan pelaku politik untuk Pemilu tahun depan," lanjutnya.

Dengan kondisi demikian, presiden mengajak para menterinya untuk tetap bekerja meskipun suhu politik makin memanas. Rakyat kata dia harus diutamakan.

"Rakyat akan menjadi benteng di negeri kita ini menghadapi dinamika dan situasi politik seperti apapun dan inilah yang hendak kita tuju," tutupnya.

Penulis: Ezra Sihite/FER

Info Partai
1
NASDEM
NASDEM
2
PKB
PKB
3
PKS
PKS
4
PDIP
PDIP

5
GOLKAR
GOLKAR
6
GERINDRA
GERINDRA
7
DEMOKRAT
DEMOKRAT
8
PAN
PAN

9
PPP
PPP
10
HANURA
HANURA
14
PBB
PBB
15
PKPI
PKPI