Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Sutiyoso.

Jakarta - Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) akhirnya mendapat keadilan. Pengadilan Tinggi (PT) Tata Usaha Negara (TUN) mengabulkan seluruh permohonan PKPI. Partai ini akhirnya dinyatakan berhak sebagai peserta Pemilu 2014.

Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia (Lima), Ray Rangkuti, meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) agar segera mengubah Putusan KPU 05/KPTS/KPU/2013, dengan putusan baru yang menetapkan PKPI sebagai partai politik peserta pemilu ke-12.

“Hendaknya KPU tidak memperlambat perubahan dan penetapan tersebut. Tanpa harus menunggu tujuh hari, KPU sebaiknya langsung menerima putusan tersebut dan segera menerbitkan SK baru tentang jumlah partai politik peserta pemilu,” kata Ray di Jakarta, Sabtu (23/3).

Menurutnya, memperlambat penerbitan putusan baru justru memperlihatkan sikap pongah dan niat tak tulus KPU dalam melaksanakan pemilu.

“Sebaiknya KPU belajar dari kasus Partai Bulan Bintang (PBB) yang ditetapkan setelah tujuh hari putusan PT TUN. Tak ada keuntungan apapun bagi KPU memperlambat penerbitan SK baru, kecuali memperlihatkan sikap arogan, niat tak tulus dan pelaksanaan yang tidak efesien dan luput untuk menghormati hak-hak warga negara,” tegasnya.

Ray menyatakan, dengan dua kali kekalahan di PT TUN, satu kali di Bawaslu, dan sekali dalam sidang DKPP, seharusnya menjadi dasar bagi KPU untuk segera introspeksi diri. “Menganggap bahwa seluruh kinerja KPU benar dan sepenuhnya sesuai dengan peraturan pemilu yang berlaku merupakan kepongohan yang sengaja dipelihara. Empat kali kekalahan dalam semua sidang pemilu yang tersedia sudah lebih dari cukup untuk menunjukan bahwa ada masalah serius dalam kinerja KPU,” ujarnya.

Suara Pembaruan

Penulis: C-6

Sumber:Suara Pembaruan

Profil Parpol
NASDEM
NASDEM
PKB
PKB
PKS
PKS
PDIP
PDIP
GOLKAR
GOLKAR
GERINDRA
GERINDRA

DEMOKRAT
DEMOKRAT
PAN
PAN
PPP
PPP
HANURA
HANURA
PBB
PBB
PKPI
PKPI