Pemilik MNC Group, Hary Tanoesoedibjo dan Ketua Umum DPP Partai Hati Nurani Rakyat Hanura Wiranto di kantor DPP Partai Hanura di Jakarta.

Jakarta - Ketokohan Wiranto dan keberadaan pengusaha Hary Tanoesudibyo di dalam Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dianggap sebagai kunci meningkatnya elektabilitas partai tersebut, seperti ditunjukkan oleh survei Lembaga Survey Nasional (LSN).

Hasil survei terbaru dari LSN menunjukkan Hanura kini masuk lima besar parpol peraih suara terbesar dengan elektabilitas sekitar 6,2 persen --sebelumnya hanya berkisar 2-3 persen saja.

Sekretaris Fraksi dan Ketua DPP Hanura Saleh Husin mengatakan, kenaikan itu tak lepas dari peran serta Ketua Umum Hanura Wiranto dan Ketua Dewan Pertimbangan Hanura Hary Tanoesudibyo (HT).

"Mereka berkolaborasi membangun Hanura di Pemilu 2014. Memang harus kita akui dengan masuknya HT membawa dampak positif buat Hanura, apalagi ditambah dengan pola manajemen dan kedisiplinan yang diterapkan oleh Pak Wiranto di partai Hanura menjadi suatu elaborasi bersama yang menjadikan Hanura semakin bagus dan melaju lebih kencang lagi," kata Saleh di Jakarta, Senin (25/3).

Dia melanjutkan, pihaknya tak akan berpuas diri dengan hasil yang diraih saat ini dan berkomitmen Hanura terus mendapatkan hasil positif dari kerja mereka jelang pemilu 2014.

Adanya survei yang menunjukkan peningkatan elektabilitas justru dipandang sebagai sebuah tantangan agar seluruh kader harus bekerja lebih keras.

"Semuanya untuk bekerja lebih keras dulu sehingga bisa mendapatkan hasil yang maksimal pula," tegas Saleh.

LSN memublikasikan hasil surveinya yang menunjukkan elektabilitas partai tertinggi pada 2014 diduduki oleh PDI Perjuangan dengan 20,5 persen, diikuti Partai Golkar dengan 19,2 persen, Partai Gerindra 11,9 persen, Partai Hanura 6,2 persen, dan Partai Nasdem 5,3 persen.

Sementara PKS ada di urutan selanjutnya dengan 4,6 persen, lalu Partai Demokrat 4,3 persen, PAN 4,1 persen, PKB 4,1 persen, PPP 3,4 persen, PBB 0,4 persen dan PKPI 0,2 persen.

Survei LSN dilakukan pada 26 Februari sampai 15 Maret 2013 dengan 1.230 responden yang menyebar di seluruh Indonesia, dan disusun dengan margin of error plus minus 2,8 persen.

Penulis: Markus Junianto Sihaloho/NAD

Profil Parpol
NASDEM
NASDEM
PKB
PKB
PKS
PKS
PDIP
PDIP
GOLKAR
GOLKAR
GERINDRA
GERINDRA

DEMOKRAT
DEMOKRAT
PAN
PAN
PPP
PPP
HANURA
HANURA
PBB
PBB
PKPI
PKPI