Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Jakarta - Partai Golkar dan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto diperkirakan menjadi dua entitas yang berjaya di pemilihan umum (pemilu), apabila pemilu dilaksanakan pada hari ini.

Sesuai hasil temuan survei Indonesia Election Network Survey (INES) yang dipublikasikan di Jakarta, Minggu (7/4), Golkar mengungguli partai lain, sementara Prabowo unggul atas kandidat capres lainnya.

Berdasarkan temuan survei itu, Partai Golkar mampu meraih 19,7 Persen suara, lalu diikuti PDI Perjuangan dengan 18,5 Persen. Tempat ketiga adalah Partai Gerindra dengan 18,2 Persen suara, lalu disusul oleh PAN dengan raihan 10,6 persen suara.

"Golkar menjadi partai teratas yang diprediksi akan tampil sebagai pemenang dalam Pemilu 2014 mendatang," kata Direktur Eksekutif INES, Sudrajat Sacawisastra, di Jakarta, Minggu (7/3).

Sementara untuk kandidat capres, Prabowo Subianto ditemukan menjadi tokoh yang kuat secara elektoral dengan perolehan 39,8 suara, meningkat dari temuan pada Oktober 2012 lalu yang hanya 19,8 persen.

"Prabowo Subianto punya kans yang kuat secara elektoral untuk menjadi presiden pada pemilu 2014 apalagi didukung dengan tren kenaikan elentabilitas Partai Gerindra," kata Sudradat.

Selanjutnya adalah elektabilitas Megawati Soekarnoputri yang juga mengalami kenaikan dalam persentase dibandingkan survei INES Oktober 2012 yaitu dari 13,16 persen menjadi 17,2 persen.

Nama lain yang akan bersaing ketat adalah Ketua Umum PAN Hatta Rajasa dan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie. Hatta memperoleh elektabilitas 14,4 persen, sementara ARB mendapatkan 10,3 persen.

"Kami menganalisa banyak konstituen capres dari PKS, PPP, PKB yang beralih ke Hatta Rajasa yang paling dianggap merepresentasikan partai Islam," kata Sudrajat.

Pada kesempatan itu, dia menjelaskan penelitian itu didasari atas fenomena atmosfer politik yang mulai memanas jelang pemilu 2014. Saat ini banyak pemberitaan media cetak dan elektronik yang memberitakan partai politik dan kelakuan elite-elite politik dengan melakukan politik pencitraan.

Survei dilakukan kepada seluruh warga negara Indonesia yang mempunyai hak pilih dalam pemilihan umum sebanyak 6000 responden. Mereka adalah yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau yang sudah menikah.

Survei dibiayai sendiri oleh INES dan waktu wawancara lapangan dan pengisian kuesioner dilakukan pada 18-30 Maret 2013

Jumlah sampel yang dapat dianalisis 5989. Berdasar jumlah sampel ini, diperkirakan margin of error sebesar plus minus 2,5 persen pada tingkat kepercayaan 98 persen.

Penulis: Markus Junianto Sihaloho/NAD

Info Partai
1
NASDEM
NASDEM
2
PKB
PKB
3
PKS
PKS
4
PDIP
PDIP

5
GOLKAR
GOLKAR
6
GERINDRA
GERINDRA
7
DEMOKRAT
DEMOKRAT
8
PAN
PAN

9
PPP
PPP
10
HANURA
HANURA
14
PBB
PBB
15
PKPI
PKPI