Survei Pemilu 2014

Jakarta - Elektabilitas Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) mengalami kenaikan yang sangat tinggi dari 14,3 persen (pada Oktober 2012) menjadi 18,2 persen (pada Maret 2013). Sementara Partai Golkar (PG) tetap berada di puncak dengan elektabilitas 19,7 persen. Namun, PG mengalami penurunan elektabilitas dibandingkan hasil jajak pendapat pada Oktober 2012. Saat itu, PG mendapat 22,1 persen.

Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif INES Sudrajat Sacawidsastra saat memaparkan hasil jajak pendapat INES, di Jakarta, Minggu (7/4).

"Gerindra di mata publik dinilai sebagai partai bersih dari berbagai kasus korupsi dan mempunyai seorang endorser (tokoh partai yang beri dampak kenaikan elektabilitas) yakni Prabowo Subianto (Ketua Dewan Pembina Gerindra). PG menurun karena ada kadernya yang jadi tersangka korupsi PON dan tuduhan M Nazaruddin terhadap dua anggota DPR dari PG yang diduga menikmati hasil korupsi simulator SIM," kata Sudrajat.

Populasi survei INES adalah seluruh warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilu. Sampel asli berjumlah 6000, tapi yang dapat dianalisis 5989. Berdasar jumlah tersebut, diperkirakan margin of error sebesar plus minus 2,5 persen pada tingkat kepercayaan 98 persen. Wawancara lapangan dan pengisian kuesioner dilakukan pada 18-30 Maret 2013.

Dia menuturkan, PDI Perjuangan mengalami trend kenaikan elektabilitas. "Dari survei Oktober, PDIP mendapat 17,4 persen. Kini pada Maret 2013 naik menjadi 18,5 persen. Kenaikan PDIP membuktikan bahwa kerja partai melalui konsolidasi partai punya dampak yang positif," tuturnya.

Dia mengemukakan, dalam survey ditemukan bahwa konflik yang terjadi di Partai NasDem menyebabkan elektabilitas NasDem terjun bebas. "Survei INES pada Oktober 2012, NasDem mempunyai elektabilitas 5,2 persen, turun menjadi 3,3 persen. Di sini dapat disimpulkan bahwa faktor Hary Tanoesoedibjo yang mundur dari NasDem punya hubungan positif terhadap menurunnya elektabilitas NasDem," tegasnya.

Dia menambahkan, elektabiltas Hanura meningkat karena bergabungnya Hary Tanoe. "Hanura diuntungkan dengan iklan, pemberitaan yang gencar oleh jaringan media TV dan media cetak milik Hary Tanoe," imbuhnya.

Dia menyatakan, dalam survei juga ditemukan bahwa hanya PDIP, Gerindra, PPP, Hanura, Partai Demokrat, serta PAN yang mengalami kenaikan tren elektabilitas. "Sementara PKS makin mengalami penurunan elektabilitas dikarenakan klaim sebagai partai bersih tidak terbukti dengan ditangkapnya Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaq dalam kasus impor daging sapi," tandasnya.

Berikut hasil jajak pendapat INES terkait sikap pemilih jika pemilu diadakan saat ini:

Partai Golkar 19,7 persen
PDI Perjuangan 18,5 persen
Gerindra 18,2 persen
PAN 10,6 persen
Partai Demokrat 9,3 persen
Hanura 5,5 persen
PPP 5,3 persen
PKB 3,6 persen
PKS 3,4 persen
NasDem 3,3 persen
PBB 1,2 persen
PKPI 1,1 persen
Belum memilih 0,3 persen

Suara Pembaruan

Penulis: C-6/NAD

Sumber:Suara Pembaruan

Info Partai
1
NASDEM
NASDEM
2
PKB
PKB
3
PKS
PKS
4
PDIP
PDIP

5
GOLKAR
GOLKAR
6
GERINDRA
GERINDRA
7
DEMOKRAT
DEMOKRAT
8
PAN
PAN

9
PPP
PPP
10
HANURA
HANURA
14
PBB
PBB
15
PKPI
PKPI